Archive for October, 2008

Alkitab Versi Bahasa Inggris dan Laptop

Posted in DIARY on October 28, 2008 by bayu primasanti

Kalau boleh meminta dua benda yang paling aku inginkan sekarang, kedua benda ini yang akan kusebut: Alkitab versi bahasa inggris dan laptop. Begini latar belakangnya:

Alkitab Versi Bahasa Inggris

Hobi dan kebiasaanku sejak sekolah adalah membaca buku dan menulis (hahahahaha….jadi inget “Calistung”: pelajaran anak SD kelas 1: baca tulis hitung). Tapi akhir-akhir ini, karena pekerjaan, organisasi, dan komunitas meminta banyak waktuku, aku tidak sempat lagi melakukan kedua hobi itu (kecuali di kantor, pas lagi gak ada kerjaan atau sengaja gak mau mengerjakan. Hahahaha…). Yah…selamat tinggal novel-novel romantis (walaupun 1 judul pun tak bisa kuingat, tapi isinya aku hafal betul. hehehehe….), selamat tinggal buku-buku motivasi (hahahaha…dulu pas skripsi lebih rajin baca buku motivasi dari pada bahan skripsi. Weleh…weleh…), selamat tinggal teori-teori komunikasi….dan buku-buku cerita bahasa inggris yang sekaligus kuharapkan bisa mengajariku banyak tentang tenses, dll. Rasanya tidak rela untuk memberikan waktu bercengkeramaku secara personal dengan mereka kepada pekerjaan yang baru ini. Hfffiuhhhhh….tapi apa boleh buat, aku sudah memilih pekerjaan, organisasi, dan komunitas ini sebagai prioritas jadi harus membayar harga.

Tapi setelah kurenungkan, ternyata aku melewatkan sebuah buku favorit yang — apa pun keadaannya dan bagaimana pun sibuknya aku — dia selalu kubaca setiap hari. Alkitab. Ya…dia yang paling setia di antara semua yang ada. Aku meyakini dengan sungguh, alkitab berbicara banyak tentang kehidupanku dan kamu. Dia berperan besar dalam pertumbuhanku dan kamu. Jadi kenapa musti bingung dan takut kehilangan waktu untuk menikmati buku lainnya. Toh setiap hari alkitab menemanimu, menyatakan kesalahan, menegur setiap perbuatan, membantu memperbaiki kelakuan kita, menginspirasi, dan memotivasi. Banyak banget deh manfaatnya. Apalagi kalau tulisannya dalam bahasa Inggris, wah, bisa sekaligus belajar bahasa Inggris dong. Jadi aku sangat ingin sekali memiliki alkitab berbahasa inggris dalam rupa yang kecil, mungil, dan bisa kubawa kemana saja aku pergi.

Laptop

Jika bak mandimu telah penuh berisi air, sia-sia engkau mengisinya lagi. Hanya membuang-buang air. Kecuali, engkau mengisinya sembari menggunakan air itu untuk mandi atau mengalirkannya ke tempat lain agar kepenuhannya tidak meluber ke mana-mana. Demikian juga dengan kita. Jika kita banyak membaca, banyak merenungkan, dan mendapat beragam pelajaran, sia-sia jika hal itu hanya kita timbun dalam hati kita sendiri. Akan lebih berguna jika pelajaran demi pelajaran itu kita bagikan kepada orang lain. Nah, cara untuk berbagi itu bermacam-macam: melalui perbuatan, melalui ceramah atau sharing secara oral, atau melalui tulisan. Hmmmm…..aku suka sekali menulis dan sangat ingin membagikan apa yang kualami, tepat saat memoriku mengingatnya. Aku berharap ada alat yang dapat membantuku mencatatnya di setiap tempat dan waktu aku mengingatnya, karena jika tidak, mudah dilupakan. Itulah mengapa aku ingin sekali memiliki laptop.

Hahahahahaha…..Pasti kamu berpikir alasannnya holy holy banget ya? hahahaha….sebenarnya ada beberapa alasan lain mengapa aku ingin sekali memiliki benda ke dua itu. Jangan tertawa ya….Hahahahah….tapi ini bukan alasan utama kok (tetap mangkir…heheheheheeee….), yaitu untuk menghasilkan uang. hahahahaha….Begini ceritanya:

Akhir-akhir ini aku melihat banyak sekali teman dan saudara yang menggerakkan tangan, kaki, hati dengan giat untuk bisa memperoleh penghasilan. Apa pun. Apa pun dilakukan (asal halal…hehehe) untuk memperoleh penghasilan. Aku yakin, mereka memiliki alasan yang tepat dan profesional (bukan semata-mata untuk mengejar uang). Aku juga ingin berusaha seperti mereka. Naif banget jika apa yang sudah diberikan padaku ini hanya kugunakan seperlunya saja (mis. untuk pekerjaan). Seharusnya aku bisa mengembangkan lebih lagi untuk hajat hidup orang banyak, untuk bisa membagikan lebih banyak hal lagi. Tapi apa? aku tidak pandai berdagang, tidak cantik untuk mendaftar jadi artis atau foto model….hehehehe….tapi aku suka menulis, mendesain suatu konsep, berimajinasi dan membuat ilustrasi. Selain mendapat penghasilan lebih juga bisa bermanfaat untuk orang lain kan?

Hahahaha….jadi aku perlu lap top untuk mewujudkannya.

Ehmmm…..aku tau betul kepada siapa aku harus meminta. Dan aku tau betul, Dia mengetahui kebutuhanku lebih dari diriku sendiri.

(Amen….Amen…Amen)

Thank You Jesus

Posted in DIARY on October 24, 2008 by bayu primasanti

For Everything that came so vague….

For Promises that seemed not true…

For Your Present that felt so far…

For Wise Words that confusing me…

For You, who stand by me and never give up to raise this dolt (stupid) up

and construct my feet like deer’s in this mountain…

Thank you Jesus…

Mendengar dengan Benar

Posted in GOOD NEWS on October 24, 2008 by bayu primasanti

(Dibawakan dalam Persekutuan Mahasiswa Kristen FISIPOL UGM, 24 Oktober 2008)

Saudara, apakah Anda pernah mengikuti test TOEFL? Menurut Anda, bagian mana yang tersulit? Ada listening, reading, dan writing. Kalau menurut saya, bagian yang tersulit adalah bagian listening atau mendengarkan. Beberapa kali saya mencoba test TOEFL, selalu gagal meraih skor yang diharapkan gara-gara bagian listening ini. Yah, saya tidak patah semangat. Saya tanyakan ke beberapa teman yang skor TOEFL nya tinggi, bagaimana cara untuk meningkatkan skill kita dalam bagian listening. Dan hampir semua menjawab kompak, “Ya kamu harus hafal pola polanya dan terus berlatih mendengar dengan hati-hati”. Aduh, saya pikir saya tak akan punya waktu untuk melakukan semua itu. Karena tidak puas dengan jawaban mereka, saya bertanya kepada ahlinya, pakar bahasa Inggris, pengajar TOEFL sejati, “Pak, bagaimana supaya nilai TOEFL bagian listening saya bisa meningkat dalam waktu singkat?”. Lalu beliau menjawab, “Kamu perlu waktu untuk latihan. Sediakan paling tidak satu atau dua jam setiap hari untuk mendengarkan siaran-siaran bahasa Inggris. Lalu kenali pola-polanya dan ya latihan terus”. Aduh, bisakah didapat dengan kursus singkat?

Itu pikiran saya dulu bahwa akan selalu ada cara cepat untuk menyelesaikan masalah listening pada TOEFL. Ternyata tidak. Mengenal polanya, memberi waktu untuk belajar, dan terus berlatih adalah kunci utama mendapat skor tertinggi pada tes TOEFL kita.

Problematika dalam mendengar ini ternyata juga terjadi dalam kehidupan kita, manusia. Ada dua orang perenang yang tengah mengikuti kompetisi berenang di pantai lepas. Kompetisi ini diikuti oleh 500 perenang di sepanjang pantai. Mereka harus berenang beberapa kilo menurut jalur yang sudah ditentukan panitia dan ditandai dengan pelampung. Kedua perenang ini belum saling mengenal dengan baik namun mereka bermufakat untuk saling membantu jika di tengah perlombaan hilang arah. Si perenang A memiliki kelebihan, dapat mendongak ke udara saat berenang dalam waktu yang lebih lama di banding perenang lainnya. Karenanya, perenang A menawarkan kepada perenang B, jika nanti dia kehilangan arah, ikuti saja perenang A karena dia pasti akan bisa melihat pelampungnya. Lalu berenanglah mereka.

Benar, sampai di tengah laut, beberapa perenang hilang arah dan kehilangan pelampung. Perenang A mencoba memberi tanda kepada perenang B untuk mengikutinya, tapi perenang B melihat sekumpulan orang berenang menjauh ke arah lain. Perenang B mengikuti kumpulan perenang lain itu karena dipikirnya orang banyak tidak mungkin keliru; sedangkan perenang A mungkin saja salah melihat. Beberapa saat kemudian, kumpulan perenang tersebut menabrak papan kayu, yang ternyata adalah kapal nelayan. Setelah mereka mendongak, nelayan itu berkata, “Apa yang kalian lakukan di sini? Kalian menyimpang jauh dari jalur kompetisi renang ini. Marilah, saya akan membawa kalian pulang”.

Sekilas, kisah perenang B ini mirip dengan bangsa Israel. Ingat kisah bangsa Israel? Karena tidak mau dengar dan taat pada suara Tuhan, mereka menghabiskan 40 tahun berputar-putar, padahal dalam satu bulan mungkin mereka bisa sampai ke tanah perjanjian itu. Hfiiiuuufhhhhh…..

Jadi saudara, dalam setiap keputusan yang akan kita ambil, mendengar suara Tuhan dengan benar adalah langkah utama yang harus dilakukan.

Lalu bagaimana kita bisa mendengar suara Tuhan dengan benar?

Tepat. Ini pertanyaan yang kerap kali diajukan oleh orang-orang yang sedang bertumbuh dan berproses di dalam Tuhan. Dan ini pertanyaan yang harus kita renungkan bersama-sama.

Untuk dapat mendengar suara Tuhan dengan benar, hal-hal yang harus kita lakukan adalah:

Hubungan Intim dengan Tuhan

Perenang tadi tidak mendengar suara rekannya karena dia belum sepenuhnya mengenal dan percaya kepadanya. Saya, selalu gagal pada listening TOEFL karena saya tidak mengenal pola-polanya. Tokoh alkitab sekelas Samuel pun, sempat tidak mengenali panggilan Tuhan karena belum mengenal siapa Tuhan itu (I Samuel 3: 1-10; 7) sampai Imam Eli yang mengenalkannya. Jadi untuk bisa tahu suara Tuhan dan maksudnya, kita harus memiliki hubungan intim dengan Tuhan. Dia mengenal kita masing-masing pribadi; kita pun mengenal pribadiNya (Yoh 10:3-5).

Berani Membayar Harga

Ada banyak suara yang bisa kita dengar: suara malaikat dan suara Tuhan (Hakim-hakim 6:11-12; Hakim-hakim 6: 14-15), suara kita sendiri, suara orang lain, dan suara setan. Hiiiiii……Bayangkan, kalau dalam mengambil keputusan, yang kita dengarkan ternyata suara setan? Apa yang akan terjadi? Oh….Tidakkkkkk!!!!!. Sama seperti latihan TOEFL, ada harga yang harus dibayar untuk belajar mendengar dan membedakan suara-suara tersebut. Daniel naik ke atap rumah sampai 3 kali atau lebih, sehari untuk berdoa dan mendengar suara Tuhan. Daud, sebelum berperang selalu sediakan waktu terbaiknya, bukan untuk bercumbu dengan istrinya, atau makan-makan sebelum perang (siapa tau mati, jadi sudah bisa mengecap nikmatnya dunia…Hahaha…), tapi untuk duduk diam mendengarkan suara Tuhan. Jika Tuhan bilang, “Ya. Maju.”, Daud baru maju.

Hidup dalam Roh Kudus

Roh (Allah) tidak dapat bersatu dengan daging (Galatia 5: 16). Suara Allah pun tidak dapat kita dengar dengan benar jika kita masih bergelut dengan kedagingan kita. Ibaratnya kalau dalam minyak kita tuang air, air tersebut tidak dapat bercampur, menyatu dengan minyak dan menghasilkan bentuk baru. Tapi jika air kita masukkan dalam gelas berisi sirup, mereka akan bercampur dan menghasilkan minuman yang segar. Jadi untuk dapat mendengar suara Allah dengan benar, mari hidup dalam roh kudus dan tinggalkan kedagingan kita (Galatia 5: 19). Memang tidak bisa sempurna karena kita manusia. Tapi hati yang berusaha, itu yang Allah mau.

Ujilah

Seperti semua hasil pekerjaan harus diuji (I Kor 3: 14-15), maka hasil dengar-dengaran kita pun harus diuji (I Yoh 4:1). Kita bisa mengujinya melalui beberapa hal:

- Apa yang berasal dari Tuhan tidak bertentangan dengan FirmanNya, jadi mari kita memeriksanya melalui Firman Allah

- Apa yang berasal dari Tuhan akan digenapi sesuai cara dan waktu Tuhan

- Apa yang berasal dari Tuhan semua mendatangkan kebaikan bagi Kita dan kemuliaan bagi Tuhan

- Apa yang berasal dari Tuhan biasanya bukan untuk kesenangan kita secara pribadi tapi untuk melayani orang lain

- Apa yang berasal dari Tuhan dapat kita crosscheck kepada orang lain yang dekat dengan Tuhan.

Jangan Sedih Jika Tuhan Diam

Tuhan bukan mesin penjawab. Tapi Dia hidup. Jadi apa pun yang dilakukannya memiliki makna, termasuk dengan diam. Ketika Tuhan diam itu bisa berarti kita harus menunggu, atau menguji kita, atau untuk menyatakan kemuliaan Allah yang lebih dasyat. Ingat cerita Maria, Martha, dan Lazarus kan? Waktu Lazarus hampir meninggal, Maria dan Martha memohon kepada Yesus untuk sembuhkan dia. Eh, Yesusnya malah pergi. Baru setelah Lazarus meninggal, Yesus datang. Maria dan Martha mungkin jengkel. Tapi Tuhan mau bilang kalau cuma sembuhin orang, itu sudah biasa. Dia ingin kita melihat kemuliaan Allah yang lebih besar. Dia membangkitkan Lazarus yang sudah meninggal. Sukacitanya berkali kali lipat.

Allah juga bisa menyatakan diri dan memperdengarkan suaraNya melalui beberapa cara. Misalnya melalui perkataan yang audible. Seperti waktu Dia berbicara dengan Gideon, Samuel, Daud, Abraham, dll. Mungkinkah hal itu terjadi pada kita? Mungkin saja, jika Tuhan berkehendak. Kita hanya bisa merindukan. Lalu Tuhan juga bisa berbicara melalui indra perasa, pengecap, dan penciuman kita. Misalnya pada saat pujian dan penyembahan, kita terkadang merasakan angina sepoi, hangat di atas kepala, tangan yang memeluk, dll. Kemudian, bisa juga melalui impresi, intuisi, ilham, gerakan, dorongan, dll. Ketika kita berdoa untuk seseorang, kadang tiba-tiba muncul impresi yang kuat tentang orang itu, mungkin Tuhan ingin sampaikan sesuatu tentang orang itu. Tuhan juga dapat menyatakan suaraNya melalui keadaan, peristiwa, pengalaman, dan buku. Oleh karena itu, sebelum melakukan atau memutuskan apa pun, berdoa dan minta Tuhan yang berkarya ya. Kata Sang Pemazmur (Mzm 105:4), carilah wajahNya selalu. Apa yang dimaksud dengan selalu? Yah, kadang kala kita akan menemui kebingungan, tidak mengerti, resah dengan suara-suara yang terdengar. Tapi jangan menyerah. Temui Dia dan cari wajahNya selalu.

Nah, beberapa hal sudah kita pelajari tentang mendengar suara Tuhan. Bukan hal yang mustahil kita bisa tau isi hati Tuhan jika kita rajin bersekutu denganNya. Selamat Berkarya ya. Tuhan Memberkati.

Coffee Effect

Posted in DIARY on October 24, 2008 by bayu primasanti

This morning, i went to office with my best smile and power. Hehehehe…after the long early morning devotion, it seemed that i have new power and This new kind of smile was also painted in my face by The Creator. Yeah…this in the new performance of the creature.

Arriving in the office, i try to do something diffirent to balance my new soul performance. Huuummmmm….So, what the thing is. I go to the pantry and see a box of coffee creamer there. Yiaksss…..(Just for additional information, after i got stomachace due to coffee, i decide to make a hostility with thing called coffee. Coffee = monster of stomachace). But, wait, … is this the new of me? so, i may think that there will also be no bad effect if i drink a little. Its oke, Girl. I’m sure that you won’t get your stomachace. My heart said it to me and forced me to be closer to the thing (coffee). Put it in my glass. Poured a hot water on it. Stired it. And….here they were, a cup of coffee and me (ant and elephant, Jocker and Batman, enchantress and cinderella). But, it’s oke. Is it my new soul, isn’t it?

After long time no taste coffee, this day, October, 24th 208, i drink it. Hmmmm….i just drank a little. But, it was delicious. I tried more…more….and i drank a full cup of coffee.

One minutes……..No bad effect….Yes!

10 minutes……i’m still fine…..

20 minutes…..fine, its okay….

1 hour…..Horaiiiiiiii….it’ s right, my heart is right, there’s no stomachace anymore….Horaiiiiiiiii…..

But….welcome the headache, fast beat heart, sparkle like fireflies, weak body….

Coffee effect is that i can see stars in the morning.

Time 2 Listen

Posted in GOOD NEWS on October 23, 2008 by bayu primasanti

Have i told you that my worst mark in TOEFL score was about listening? Hummmm….i got mentally exhausted in learning listening part. Someone has told me that i just need more time to learn, try to listen, listen, and listen every word in english they spoke. Hummmm….i was disgruntled about it. Is it just about try to listen? No….i think…TOEFL has its own strategies, patterns, ways to solved. And i think, they are must be learned. Then i try to find better person to satisfy me, the TOEFL expert. And i really met him. But…uhmmmm….the answer was the same as before. He said that i just need more time to try to listen, listen, listen, and listen carefully each word, phrase, sentence, then paragraph they spoke. Well, after this one, i walked in their shoes.

So, experts, is what i need  just time to listen more carefully? and then i’ll get better score in my toefl? So, is it  the only way? There’s no other simple way, isnt there?

Well, after my long devotion, i find one special thing related to “The time to listen”.

In one moment, i’ve ever written in some pieces of paper about my dreams. Hahahah….then you think that they’re just “dream” or just my own imagination? No. Why? because God has stated them to me. He’s promised to me about them. So, i could say something like i wrote.

But….

One step i’ve been passing by proved that the promises didn’t become reality. In their (world’s man) words, they said that i was failed to reach that dream (which was considered as one step to my dream — based on God’s words). But, i still could say, it’s okay. Maybe not this one.

But…

In the other moment, i tried again to follow (world) competition in gaining dignified position. I did it. God did it. Again. I was yelling. I did it. God did it. But at the third floor, they told me that i was failed again. I couldn’t complete my test well and failed to gain the dignified position.

Then my world was blue….

The promises coming from God’s voice sounded vague….

My world was blue….

Twice He let me failed in gaining position promised to me so far?

Then i got stomacache….i’m alone in my blue world…and i try to analyze…

Were the promises wrong? Or did i do mistake in listening to His Voice?

Oh, My God….

Then i heared one voice said whisperly….just do your part day by day….word by word….don’t think about the future and what kind of position you will get, just think about your now job from Me…I’m with You…even if you maka many mistakes…i’ll be right beside you, watch you out, and take care of you…and you know, i still in my promises…..you just have to take more time to listen me more carefully…like you did before.

What?

I listen to whom?

Whose voice was it?

And then i realize, that to have a better skill in listening, we just have to take time to listen carefully….

The Invisible

Posted in DIARY on October 20, 2008 by bayu primasanti

Aku ingin menjadi invisible …

Tidak terikat oleh tempat dan waktu

Pergi kemana pun aku harus pergi…

Tinggal di mana pun aku harus tinggal…

Tanpa ada seorang yang mengatur…

Dan membuatku merasa bersalah saat aku bilang: Tidak bisa!

A Girl Be Friend to A Woman

Posted in GOOD NEWS on October 17, 2008 by bayu primasanti

This story is touching my heart deeply. It is a story about two friends, named girl and woman. It is not just an imagination, but the truth of life.

They are a girl and a woman be friend. They never live together in one specifit place, but earth. They seldom face one another. They’re separated by age and destiny.

The woman is a wife and mother for housband and little son. So far she’s walked on her own feet with no mom beside. It is almost the same that a girl just become a woman always need more attention and respect from her mom. She, the mom of a woman, will take care of her–a woman–in her changing period, her marriage, her pregnant, and tell her about the way of taking care her new born baby, keep it growing up in well condition, etc. In this condition, she hates freedom, she wants someone instruct her about all the things she should do. But, she does’nt. She has no mom beside. She does them all alone with the references of book, doctor, and her far aunties experiences. She cries because of her suffering from a mom touch.

While, the girl has the opposite experience. She lives as long as her life with her mom. She gets much attention and careness of her mom. She knows her mom always stands beside her in every contition and tells what should the girl does and doesn’t. But for the girl, close to the mom is raising some bad effects in her life. With her mom beside, she feels no freedom. She must follow all the instruction and willingness from her mom and bow down her own desires. She can’t choose what she likes, what will she does and how, who she wants to meet and to marrie with. Even the colour of her clothes and the salary she will get also must be followed her mom perspective. She cries because of her suffering from a freedom.

So, at one time, they meet in some place in the sky crying. The woman asked the girl why she cried. And the girl answered, “I’m losing my freedom because of mom. I want the freedom back and mom goes by”. And, when the girl’s turn was arrived, she asked why the woman cried. And the woman said, “I’m losing my mom because of freedom. I want the mom back and freedom goes by”.

Then the girl be friend to a woman.

Some time….it is some time, or now. We have to experience one or both conditions above. When they come just ask yourself, who mom for you is, not just for now, but life.

Bolehkah?

Posted in DIARY on October 16, 2008 by bayu primasanti

Bolehkah sendiri?

Bolehkah punya waktu untuk merenung?

Bolehkah tertawa lalu menangis?

Bolehkah sejenak lepas dari lalu lalang ini?

Bolehkah meredakan emosi?

Ah, masaih terlalu banyak yang harus kau kerjakan.

Talk Too Much

Posted in DIARY on October 15, 2008 by bayu primasanti

Have u ever felt melting down because of talking too much? Well, wheter it is our natural or artificial characteristic, talking too much sometimes become a weapon. Just remember the parable “Your Mouth is Your Tiger”. Ups…It’s awful!.

Tigers are consider as wild animal. The back teeth of tigers are enable to shear meat of their prey like a knife blades. Tigers are capable to penetrate deeply into their prey because of their teeth structure. Just imagine, how hurt the pray feels.

Related to this parable, we can assume that our mouth is very dangerous to others, especially our enemy (compare with tiger’s prey). Small opening of our mouth is potential to break a heart, and the big opening as well as much of talking on it is more potential to kill a heart. I did, i tried to prove this hypothesis. I opened my mouth, just small opening, it is said that i am disturbing someone by these whisperedly saying words. When i open bigger, it is said that i am a big mouth, they don’t like. When i put much of talking on the big mouth, they stop it and feel not comfort with me. From these facts, i realize, bigger mouth opened, more bulk words potentially come on it, more potential hurting heart.

The thesis become like this: talk less, hurt less; too much, more potential to kill.

But wait, is our mouth so awful like constructed by this parable? Let’s contemplate it. It is believed that there’re not only one spectacless to interpret a case. It is a must to find other way. “Tiger” in the “Your mouth is Your Tiger” parable can be best replace by weapon (considering that tiger is compare with a weapon to or a knife to kill). Remember, a weapon can do their job if it used by the right person and the right aims. When tiger use its teeth to penetrate its prey, it is right way tiger chose because of its starveness. Just compare with ours. If our happiness or aim is sharing the good news to others, why not use our mouth, why not talking many words on it?

The melting down condition is just because we use the weapon in the wrong way to wrong person.

Ask for Your Entertainment Only

Posted in DIARY on October 14, 2008 by bayu primasanti

God Afternoon, Dad.

Here i am writing a letter for You. Ehm…just like every moment i do, Dad, may i say thanks for this beautiful grace You’ve given to me. It’s too much that i have to share it to others. Nice to have the right and trustness directly from You to do these all meaningfull things. I feel respectfull because of You.

Dad, thanks for giving me a way to see my future, right beside You. Who i am that You really consider me as a valuable creation. I am embarrassed when i find that i always make You sad, even cry. I know, i can feel it and see those grains of tear in Your face just because i doubting Your promises.

But, Dad, sometimes i can’t avoid this bad feeling attacking me always. I need your power and love to bandage my broken feeling. And i need Your Wise word to tell the truth behind.

Dad, i am glad to see that each day You eliminate the spam of vision so i can see more clearly my future in Yours. But, sometimes it confusing me, Dad. So, when it comes, may i ask for Your Entertainment Only? I mean, You, alone, entertaining me. No one else, nothing else, but You, Dad.

May i, Dad?

I will always love You so.