Pementasan Ketoprak Bocah Seri 1
Wew! Akhirnya! Setelah menunggu sekian lama — karena file foto-foto ada di tempat aa dan belum sempat di kopi — sekaranglah saatnya aku bisa membagi kenangan Pementasan Ketoprak Bocah pada 24 Desember lalu. Check this out!

Anak-anak ini! Mau jadi apa mereka coba? Udah malem gini masih aja latihan, belum pada mandi! Tobat!.
Anak-anak said, “Mau jadi seperti Mbak Prima, dia malah tiap hari gak mandi!!!” (Tuingggggg!!!!)

Nah, ini malam terakhir bagi kita. Heleh! Maksudnya, malam terakhir bagi anak-anak bisa guyon alias bercanda waktu latihan. Since ini adalah gladi bersih, jadi mereka sangat serius. (Sebenarnya bukan itu aja sih alasannya, tapi karena yang melatih di hari terakhir ini “Bu Tutik”. Wuiiikkk….kebayang gak? Heboooohhhh…….Langsung pada diem coba!)

Menjelang dirias. Bagus! Bagus! Mereka masih bisa tersenyum penuh ceria dan percaya diri (gak tau aja, sebentar lagi bakal pada cemong mukanyeee….hiiii…..aku cuma bisa ngikik dalam hati. Tertawalah, Nak! Jika kau seusiaku nanti, menit-menit ini akan membuatmu ngakaaaakkkkk abis).

Senyum penuh arti (artinya: “Ayo kita rubah anak2 ini menjadi tokoh2 ketoprak yang sempurna. Huahahahahahaha……”)

Inilah mereka dalam wujud setengah jadi. “Wehehehehe…..kerennya kami ya Mbak!” (iya keren-tengan! Sabar! Sabar!)

“Lihat mukaku, Mbak. Ayu tenan to? Aku pakai bedak setebal 5 cm lho”. Eh, itu, si Yosua belum cukur kumis! Awas lho dimarahi Pak Guru!.
By the way, potong sampai di sini dulu ya. Besok kita lanjutkan ke cerita yang lebih seru lagi. Is it fun enough?