Archive for the GOOD NEWS Category

Lagi-lagi, Tujuan Hidup

Posted in GOOD NEWS on March 13, 2009 by bayu primasanti

Lagi-lagi, kemarin, kelas Pengantar Statistik Sosial berubah menjadi kelas sharing tentang tujuan hidup. Hal ini pertama-tama terjadi karena keegoisan saya sebagai seorang dosen yang selama berhari-hari digelisahkan dengan pertanyaan “apa sih tujuan hidup mahasiswa saya sesungguhnya?”. Saya yakin, sementara mereka belum mengenal frasa “tujuan hidup”, semua pengetahuan yang kami pelajari di kelas (dengan mati-matian), akan sia-sia belaka.

Lagi-lagi, ketika saya tanyakan kepada masing-masing mahasiswa di kelas itu, saya mendapat jawaban yang serupa. Mahasiswa pertama mengatakan, “tujuan hidup saya ya ingin berkarir supaya mendapatkan uang”. Mahasiswa ke dua, ke tiga, dan seterusnya mengungkapkan hal yang senada. Namun, ada satu yang berkata demikian, “Saya ingin menjadi PR yang handal. Dengan demikian saya dapat memuliakan Tuhan dengan ilmu yang saya dapat. Saya bisa berbagi dengan orang lain…..”. Saya sempat berhenti sebentar dan tidak meneruskan pertanyaan ke mahasiswa selanjutnya seraya berdoa dalam hati, biarlah ada beberapa mahasiswa lagi yang sudah mengenal tujuannya seperti yang satu ini. Sayang, pertanyaan tentang tujuan hidup selanjutnya, dijawab dengan, “wah, saya belum tahu…”.

Lagi-lagi, tidak ada yang salah dengan mereka sebab menemukan tujuan hidup itu adalah proses yang sangat panjang. Saya sempat sedih sih, tapi saya mengingat waktu saya seusia mereka. Waktu itu saya juga masih bingung tentang tujuan hidup. Setiap hari digelisahkan dengan pertanyaan, “sebenarnya, apa tujuan hidupku”. Semenjak itu juga lah, saya diproses, ditempa, hingga menemukan tujuan hidup saya di dalam Tuhan.

Lagi-lagi, pagi ini saya mendapat penguatan tentang hal itu. Baru saja saya menyelesaikan satu bab dari sebuah buku tentang kepemimpinan kristen, bagus sekali. Lagi-lagi, bab pertama dalam buku itu membahas tentang “tujuan hidup”. Pak Sendjaya, penulisnya, (mengutip Amsal29: 18) mengatakan, orang yang tidak memiliki arah dalam hidupnya termasuk kategori orang yang liar. Wow. Kemudian, saya menemukan bagian yang menarik dari pembahasan ini. Penulisnya mengatakan, jawaban seseorang bahwa tujuan hidupnya adalah untuk “memuliakan Tuhan” itu hanya merupakan retorika yang klise atau sekadar lip service saja. (hihihihi…..jadi malu!). Menurut penulis, bahwa hidup kita harus memuliakan Tuhan itu sudah taken for granted. Kita harus menemukan tujuan hidup itu secara spesifik, secara kongkrit, yakni: memuliakan Allah dalam bidang apa, melalui profesi apa, di mana, dengan cara bagaimana? Dengan demikian, mencari tujuan hidup bukan mudah. Hal ini membutuhkan keseriusan, tenaga, waktu, doa dengan tekun, dan taat pada setiap kehendakNya. Daud mengatakan dalam mazmurnya, “Carilah wajahNya setiap hari”. Sampai kapan? Bagaimana jika suatu kali sudah bertemu denganNya? Membaca ayat itu lagi, dan akan ditemukan, lagi-lagi, “Cari wajahNya setiap hari”. Setiap hari (jika perlu melalui doa puasa. Hihihihi….).

Lagi-lagi, saya mengerti, tujuan hidup yang saya cari pun tidak berhenti sampai di sini. Saya masih tetap mencari sampai Dia menunjukkan yang paling spesifik. Sampai kedatanganNya yang ke dua nanti, menjemput saya, menjemput kita. Mau ikut?

KEMENANGAN IMAN

Posted in GOOD NEWS on December 16, 2008 by bayu primasanti

(dibawakan dalam safari PSKK di SMA N 2 Klaten)

Iman tanpa perbuatan adalah sia-sia

Yohanes 2: 1-25 (11)

Hal itu dibuat Yesus di Kana yang di Galilea, sebagai yang pertama dari tanda-tandaNya dan dengan itu Ia telah menyatakan kemuliaanNya, dan murid-muridNya percaya kepadaNya.

Dalam cerita tersebut Yesus dan murid-muridNya diundang dalam pesta perkawinan di Kana yang ada di Galilea. Ibu Yesus, Maria, juga ada di situ. Suasana di sana sangat ramai—banyak pelayan—tampaknya pesta seorang yang kaya. Pesta dalam perjanjian baru berbeda dengan pesta-pesta perkawinan di perjanjian lama. Pesta di PB adalah pesta yang cair dan penuh sukacita; sedangkan di perjanjian lama lebih kaku dan sangat formal. (Lihat Imamat)

Ada persoalan yang timbul dalam pesta itu—dan itu berpotensi untuk memalukan pemilik rumah. Mereka kekurangan anggur. Anggur dalam pesta-pesta pada masa itu merupakan sajian yang “selayaknya ada/ harus ada/ krusial/ penting” untuk menghormati tamu-tamunya. Dari peristiwa ini, kita akan menelisik ada apa di balik tindakan Maria menghadapi situasi ini.

Ayat 3b mengatakan : Ibu Yesus mengatakan kepadaNya, “Mereka kekurangan anggur”. Maria mengajukan permintaan kepada Yesus dengan cara implisit. Ya…hanya seperti mengobrol atau memberi tau sesuatu yang menimpa orang lain. Sesungguhnya Maria begitu rindu Yesus melakukan sesuatu.

Ingat cerita bagaimana Maria mendapat janji ketika dia harus mengandung Yesus—padahal ia belum menikah? (Lukas 29). Selama 30 tahun maria berharap sesuatu terjadi terhadap anaknya. Maria Menunggu penggenapan janji yang diberikan Allah kepadanya. Tapi tidak, selama 30 tahun itu, Yesus tumbuh dan berkembang seperti layaknya manusia biasa. Dia merangkak, menangis, bahkan sampai mengikuti jejak ayahnya, menjadi tukang kayu. Seharusnya Maria mempertanyakan semua ini, bayangkan selama 30 dan ia tidak melihat tanda apapun. Oke, tapi Maria memilih hal lain: Iman! Dia setia terhadap imannya dan janji Allah yang diberikan kepadanya. Oleh karena itu, setiap ada peristiwa penting, dia selalu membicarakannya dengan Yesus dan berharap Dia melakukan sesuatu. Bukankah ini sama dengan kita? Kita juga sering menunggu dan berhadap akan mujizat Tuhan, tapi tak kunjung jua datang?

Mari kita lihat jawaban Yesus. Ayat 4 mengatakan: kata Yesus kepadanya, “Mau apakah Engkau dari padaku, Ibu? Saatku belum tiba”. Bahkan kepada ibunya, Yesus mengatakan “waktu Allah tidak sama dengan waktu manusia”. Alasan yang Yesus kemukakan, yang utama adalah bahwa waktunya akan datang; yakni ketika Allah menghendakinya. Jika menurut waktu manusia, mungkin mujizat itu akan terasa biasa saja, wajar, karena kita memintanya; namun jika itu datang dari Allah, dia mengandung kemenangan.

Lihat, apa yang dilakukan Maria. Dia menunjukkan imannya yang sungguh tangguh. Dia sudah mendengar sendiri dari mulut Yesus, bahwa Dia belum akan melakukan mujizat itu; namun Maria mengimani semua yang baik akan terjadi. Oleh karena itu, Maria tidak protes, tidak marah, namun melakukan sesuatu yang bijaksana: mempersiapkan segalanya seperti ketika dia hendak menerima atau melihat mujizat. Ayat yang kelima: Tetapi ibu Yesus berkata kepada para pelayan-pelayan, “Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu”. Ya, dia tidak melakukan hal lain, atau menyuruh pelayan membeli anggur baru. Tapi dia mempersiapkan para pelayan untuk menerima perintah Yesus—Yesus dapat menggunakan bermacam cara untuk menyatakan kemuliaanNya. Kenapa ibu Yesus begitu yakin? Dia tahu siapa Yesus, dan ingat dia menantikan janji imannya. Karena itu dia selalu siap menanti Allah melakukan sesuatu.

Datang kepada Yesus dan mempersiapkan diri untuk sesuatu yang indah. Tidak pernah kehilangan rasa percaya karena keadaannya.

Lalu apa yang dilakukan Yesus. Da menyuruh pelayan-pelayan itu mengisi tempayan-tempayan dengan air. Menyuruh mereka mengaduknya dan membawanya kepada pemimpin pesta (ayat 6, 7, 8). Perintah yang aneh bukan? Coba kita lihat dari sisi apa para pelayan layak menolak perintah ini: ya, perintah ini sulit dimengerti; dan mengandung resiko—bagaimana jika yang dicecap pemimpin pesta itu benar-benar air, bukan anggur. Wah.. para pelayan akan dengan mudah kehilangan pekerjaan mereka: dipecat. Ingat, pelayan di jaman itu dibeli, dan dia harus taat dan tunduk kepada tuannya. Tapi mereka ingat pesan Maria—yang mungkin pada waktu itu menjadi orang yang punya pengaruh. Mereka melakukannya persis seperti yang diperintahkan Yesus. Mereka taat sebagai hamba.

Melalui ketaatan para pelayan itu, lihat mujizat apa yang terjadi? (Ayat 9). Pemimpin pesta itu takjub. Ia tidak tahu dari mana datangnya anggur itu, tetapi pelayan-pelayan, ibu Yesus dan murid-muridNya, mengetahuinya.

Tanda yang pertama ini justru dibuat oleh Yesus kepada para pelayan-pelayan, dalam sebuah pesta pernikahan. Dan dengan itu, Dia telah menyatakan kemuliaanNya.

Jadi, Saudara, inilah kemenangan iman.

- Kita sudah menerima Janji Tuhan

- Kadang janji itu mengandung hal yang: tidak kita mengerti dan beresiko tinggi

- Tapi jangan kehilangan percaya

- Persiapkanlah segalanya persis seolah kita akan menerima mujizat itu

- Lakukan apa yang Yesus katakan melalui firmanNya

- Terimalah kemenangan iman bagimu.

Semakin besar resiko yang kita mau ambil, semakin nyata kemenangan iman yang Yesus berikan. Ingat, jangan takut karena kita punya garansi: janji Yesus.

= = = = = = = = = = = = = = = = = = == = =

Pelayanan Doa Syafaat

Ada seorang Kristen di Inggris yang bekerja sebagai buruh// Ia adalah seorang yang sederhana/ tetapi mempunyai semangat yang berapi-api untuk melayani Tuhan// Namun ia sadar bahwa ia tidak terpanggil untuk menjadi pengkotbah atau penginjil// Oleh karena itu / pada suatu hari ia datang kepada pendtanya dan meminta nasihat mengenai pelayanan jenis apakah yang dapat dikerjakannya// Pak pendeta itu kemudian menjawab: disuruhnya buruh itu mengambil sebuah buku dan pada tiap halamannya/ hendaklah di bagi menjadi tiga kolom// Pada kolom pertana harus ditulis nomor/ pada kolom ke dua ditulis nama orang lain yang belum mengenal Kristus/ pada kolom ketiga ditulis kapan orang itu bertobat dan menerima Kristus sebagai juruselamatnya// Setelah itu/ tugasnya dalah berdoa dan sekali lagi berdoa agar orang-orang itu benar-benar diselamatkan// Setelah memberikan nasihat itu/ pak pendeta berdia untuk buruh yang saleh itu supaya ia boleh menjadi berkat yang besar bagi orang-orang lain//

Empat puluh tahun kemudian buruh ini meninggal dunia/ dan buku catatannya diketemukan oleh seorang hamba TUhan// Ternyata di dalamnya ada tertulis 2450 nama orang orang yang sudah bertobat melalui doa syafaat yang indah dari buruh yang sederhana ini//

Demikainlah pentingnya doa syafaat bagi pelayanan pekerjaan Tuhan// Rasul paulus juga adalah seorang yang selalu mengadakan doa syagaat untuk orang lain// (Kolose 1:9) — Sebab itu sejak waktu kami mendengarnya/ kami tiada berhenti-henti berdoa untuk kamu///

= = = = = = = = = = == = = = = = = = = = = = = =

Penghalang di tengah jalan

Pada zaman dahulu, seorang raja meletakkan sebuah batu besar di tengah jalan. Kemudian ia bersembunyi dan mengawasinya untuk melihat apakah ada orang yang mau menyingkirkan batu itu. Banyak saudagar kaya melewati batu itu dan mereka menghindarinya. Mereka lewat menepi di sisinya. Banyak pula yang menyalahkan raja karena tidak menyingkirkan penghalang itu agar jalan menjadi lancar. Namun tak ada seorang pun yang menyingkirkan batu besar itu Kemudian lewatlah seorang petani memikul keranjang sayur. Ketika melewati batu besar itu, petani itu meletakkan keranjang sayurnya dan mencoba mendorong batu itu ke tepi. Setelah berkutat beberapa lama, akhirnya ia berhasil. Ketika ia akan mengambil kembali keranjang sayurnya ia melihat ada sebuah dompet di bekas tempat batu itu. Dompet itu berisi banyak uang emas dan sebuah surat dari raja yang menyatakan uang emas itu diperuntukan bagi orang yang telah menyingkirkan batu besar itu dari tengah jalan. Petani itu telah belajar suatu hal yang banyak orang tidak paham. Setiap penghalang memberikan kesempatan untuk memperbaiki keadaan seseorang.

Time For Change

Posted in GOOD NEWS on December 16, 2008 by bayu primasanti

…Maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar (II Korintus 3: 18).

Ada yang mengatakan, “Segala sesuatu di dunia ini berubah, kecuali perubahan itu sendiri”. Bener nggak sih? Coba kita check. Beberapa saat lalu rambut teman kita ada yang ktiting, sekarang dengan adanya teknologi rebonding pada jadi lurus. Dulu kita mungkin mengidolakan Joshua, tapi sekarang mungkin kita ngefans sama Thukul. Dulu kita mau buat contekan ditulis tangan kecil-kecil, tapi sekarang, ketik aja pake komputer ukuran font 8. Hahaha…bercanda lho.

Saudara, benar ya, ternyata perubahan itu selalu terjadi dalam hidup kita, itu harus dan pasti. Tapi Saudara, kapan kita harus berubah dan perubahan seperti apa yang harus kita lakukan? Oke, mari kita lihat terlebih dahulu, siapa sebenarnya kita ini.

Kejadian 1: 27 bilang, “Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambarNya, menurut gambar Allah diciptakanNya dia; laki-laki dan perempuan diciptakaNya mereka. Saudara, ternyata kita diciptakan menurut gambar Allah ya? Bahkan kepada Nabi Yeremia (Yeremia 1: 5a) Allah mengatakan, “Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau. Kalau kita merenungkan penciptaan kita ini, wah…indah sekali ya Saudara?

Tapi apa yang terjadi saat ini Saudara, aku dan Saudara hidup di dunia dengan banyak sekali dosa yang dilakukan. Kita masih sering mencontek, berbohong, membenci saudara kita, marah-marah, dll. Apakah hati seperti itu serupa dengan hati Allah? Wah, ternyata kita sudah berubah sejak keluar dari kandungan. Ya, itu wajar karena dalam hidup kita ada dosa keturunan. Tapi Saudara, Allah rindu kita berubah…Dia kan sudah menebus kita dengan bayaran yang sangat mahal sehingga kita menjadi orang yang bebas (Kis 13: 38-39). Jadi, kita tidak boleh lagi tinggal dalam perbudakan, kita harus berubah menjadi seperti Kristus. Memang kita tidak akan pernah menjadi sempurna…tapi berusaha menjadi serupa lagi dengan gambar Allah seperti waktu kita diciptakan, itulah yang diperhitungkan Allah.

Lalu, apa saja yang harus berubah ketika kita sudah ditebus?

Pertama, kita harus mengubah pola pikir kita. Berhenti berpikir negatif tentang diri kita karena kita adalah ciptaan baru di dalam Kristus yang sangat berharga. Berhenti juga berpikiran dengan pikiran kita sendiri, kita bukan lagi milik kita, tetapi kita adalah milik Allah, jadi belajar berpikirlah dengan cara Allah berpikir.

Kedua, perubahan sikap dan karakter. Kalau pikiran kita sudah berubah, sudah bisa dipastikan sikat dan karakter kita juga berubah. Lihat saja Paulus! Sebelum bertobat, Saulus (nama asli Paulus) adalah pemuda yang sombong, keras kepala dan garang. Setelah Tuhan menampakkan diri pada dia, langsung semua keangkuhannya hilang. Tiba-tiba Saulus menjadi pribadi yang lemah lembut dan rendah hati. Pertama, Tuhan mengubah pikiran Saulus, lambat laun hidupnya berubah. Meskipun mengalami penolakan, penganiayaan, penderitaan, Saulus tetap memegang teguh imannya.

Nah, Saudara, sekarang kita juga harus check apakah hidup kita sudah berubah menjadi sama lagi dengan awal kita diciptakan, yakni serupa dengan gambar Allah?

Perubahan hidup yang kita pikirkan terkadang tidak sama dengan yang Allah pikirkan. So, untuk menuju perubahan hidup yang sesuai dengan kehendak Allah ya kita harus mendekati Allah supaya tahu perubahan seperti apa dan bagaimana kita melakukannya. Caranya? Renungkan firmanNya dengan tekun dan beriman atas hal itu. (Lihat di Amsal 4: 5-8).

Saudara, ada kisah tiga pohon. Pohon pertama berkata jika nanti ia ditebang orang, ia sangat ingin kayunya yang indah dibuat kapal pesiar yang indah dan mahal yang akan mengantarkan orang-orang penting dan kaya berwisata keliling dunia. Pohon yang kedua bilang, jika nanti dia ditebang dia ingin kayunya yang kokoh itu menjadi tiang penyangga bagi istana raja yang megah. Kayu yang ketiga mengatakan dia tidak ingin ditebang, karena dia berharap kayunya yang sangat tinggi bisa tumbuh lebih tinggi dan setiap orang dari seluruh dunia bisa melihatnya.

Ketiga pohon itu akhirnya ditebang. Pohon pertama sangat sedih karena dia hanya dibuat kapal biasa dengan ukuran yang sangat besar; dengan penumpang orang-orang biasa; bahkan kebanyakan hewan. Pohon kedua tidak menjadi tiang penyangga istana raja, namun justru menjadi tempat makan domba. Pohon ketiga, ditebang juga ditebang dan diletakkan begitu saja. Ketiganya sedih, mereka tidak bisa menjadi seperti yang mereka impikan.

Beberapa tahun berlalu. Pohon pertama menjadi kapal besar dan dipakai untuk Nuh dan keluarga berlayar mengikuti janji Tuhan. Kisahnya tertulis di Alkitab dan dikenang banyak orang di seluruh dunia. Pohon kedua, walaupun tidak menjadi tonggak istana raja, dia menjadi palungan tempat lahir Raja terbesar, yakni Yesus. Pohon yang ketiga, memang tidak dilihat orang karena keperkasaan dan ketinggiannya yang luar biasa, tapi kayu pohon itu dilihat orang karena padanya tersalibkan penebus dosa manusia.

Saudara, terkadang perubahan yang terjadi dalam hidup kita untuk menjadi serupa dengan Kristus itu menyakitkan, tidak bisa kita mengerti dan tidak sesuai keinginan kita. Tetapi jika kita percaya, semua akan dibuatNya sangat…sangat indah. …Maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar (II Korintus 3: 18). So, sekaranglah waktunya! Time for Change.

PEMIMPIN PUJIAN

Posted in GOOD NEWS on December 16, 2008 by bayu primasanti

(Dibawakan dalam “Workshop Pemimpin Pujian” Komparem GKJ Kebonarum

ILUSTRASI

Johny kecil sedang diuji untuk ikut serta dalam pertunjukan sekolah. Ibunya tahu bahwa ia sangat ingin untuk ikut serta, akan tetapi takut bahwa ia tidak akan terpilih. Pada hari peran-peran ditetapkan, sepulang dari sekolah Johny lari ke pelukan ibunya dengan sangat gambira dan bangga. Dia berkata, “Ibu, saya terpilih untuk menjadi tim tepuk tangan dan sorak sorai”.

Lalu dari kartu rapornya yang sangan bagus nilainya, ada sebuah catatan tentang pertunjukan sekolah itu: “Johny ikut ambil bagian dengan sangat baik dalam pertunjukan tahun ini, dengan peran sebagai tim tepuk tangan dan sorak sorai yang sangat membantu”.

“Apapun bagian yang diberikan kepada kita dalam sebuah pelayanan, intinya adalah: kita harus mau dan mengerjakannya dengan sangat baik”

Hari ini, kita akan berbagi mengenai Pemimpin Pujian dalam Persekutuan.

Teman-teman yang telah dikaruniai kesempatan, ayo kita memberikan yang terbaik untuk Tuhan.

Tuhan sendirilah yang memanggil kita melalui SHAPE kita (spiritual gift, heart, abilities, personality, experience) menuju tugas pelayanan ini.

Sebelumnya, kita akan belajar mengenai makna pujian dan penyembahan.

MAKNA PUJIAN DAN PENYEMBAHAN

Penyembahan SAMA PENTING dengan firman Tuhan.

Tidak dapat meremehkan pujian dan penyembahan

Mengapa setiap hari selama 24 jam malaikat di Surga menaikkan pujian dan membentuk paduan suara kepada Tuhan?

Ternyata teman-teman, pujian dan penyembahan itu sangat penting dalam ibadah kita, ternyata Tuhan sangat menyukai pujian dan penyembahan.

Oke, mari kita lihat, apa sih sebenarnya pujian dan penyembahan itu.

Puji = pujian = masuk ke hadirat Tuhan

Penyembahan = menikmati hadirat Tuhan

Ilustrasinya à orang yang memuja dewa-dewa

Penyembahan:

  1. dialog yang rutin, penuh kasih dan konstan antara manusia dengan Tuhan yang dilakukan setiap hari.
  2. pengungkapan kasih melalui pujian dan pengagungan kepada Tuhan
  3. Kemampuan untuk mengagungkan Tuhan dengan seluruh keberadaan kita, roh, tubuh dan jiwa
  4. Abraham (Kej 22: 5); Ayub (Ayub 1: 20); Daud (II Sam 12: 20) à setiap hidup orang ini selalu dipenuhi dengan pujian dan penyembahan.

MENGAPA MEMUJI TUHAN DALAM PERSEKUTUAN

- Kita diciptakan untuk memuji Dia. Yes. 43:21

- Merupakan korban syukur bagi Allah

- Merupakan pelayanan bagi Allah (I Taw 9: 33; 16: 4)

- Merupakan kesaksian bagi Allah kepada umat-Nya dan dunia (Ulangan31:14-32:1-43)

- Buatan tangan Allah (Matius 21:15-16)

- Membangun dan mempertahankan persekutuan (Efesus 5:19)

- Ada kuasa didalam puji-pujian. Maz.149:6-9

- Mengajar, menegur, menasihati (Kolose 3:16)

- Tuhan sangat senang dengan pujian (lihat Yosua)

Teman-teman, ternyata pujian dan penyembahan itu penting sekali ya…Tuhan sangat suka sekali ketika kita memuji Dia dan mengagungkan namaNya.

Coba teman-teman, apa yang kalian rasakan ketika kalian memuji Tuhan (Bandingkan dengan lagu-lagu dunia).

Jadi, setiap orang itu pada dasarnya adalah penyembah.

KAPAN MEMUJI TUHAN

Nah, kapan kita melakukan pujian dan penyembahan itu ya?

1. Dalam keadaan gembira. Yak. 5:13.
2. Dalam keadaan tertekan. Maz.42:6.
3. Disetiap waktu. Dipagi hari. Maz.57:9. Dimalam hari. Maz. 119:62. Siang malam. 1 Taw.9:33. Disegala waktu. Maz.34:2

BAGAIMANA MENJADI PENYEMBAH YANG BENAR

Dasar utama didalam kita memuji Tuhan adalah kita tidak memakai cara kita tetapi cara Tuhan. ALkitab banyak berbicara tentang cara-cara memuji Tuhan.

Ada dua prinsipnya:

  1. kita masih ingat kan bahwa setiap orang itu adalah penyembah? Jadi menyembah dan memujilah.
  2. penyembahan bukan saat persekutuan saja, tetapi penyembahan itu adalah gaya hidup teman-teman.

Teknis menyembah dan memuji:

  1. Mengangkat Tangan. Maz.63:5, Maz.134:3, Nehemia 8:6, Maz.141:2.
    Mengapa mengangkat tangan?
    a. Tanda penyembahan kita kepada Dia. 1 Sam.4:4 dan 1 Taw. 13:6 bentuk tangan yang mirip dengan sayap malaikat Kerubim pada Tabut Perjanjian.
    b. Gambaran seorang bayi yang minta digendong atau dipeluk oleh bapanya.
    c. Lebih mudah berkonsentrasi (terutama didalam doa).
    d. Tanda keterbukaan hati kepada Tuhan (pekerjaanNya).
    e. Menerima apa yang Tuhan kerjakan didalam hidup kita (sikap yang pasrah)
  2. Bertepuk Tangan. Maz.42, 47:2, 2 Jaj.11:12. Didlaam tradisi bangsa Yahudi bertepuk tangan bukanlah untuk sekedar memberi “beat” tetapi sebagai salah satu bentuk “make joyful noise” kepada Tuhan
  3. Berdiri. 2 Taw.5:13, Maz.134:1.  Merupakan tanda hormat dan kesiap siagaan. Kalau kita duduk maka kesiap siagaan itu menjadi berkurang dan pikiran bisa melayang-layang sehingga iblis bisa menggunakan kesempatan itu untuk meltakkan kakinya. Ep.4:27. (Faathald)
  4. Membungkuk, sujud bertelut dan tertelungkup. Maz.95:6, Wah.19:4, Wah.4:10, Kej.19:1, Yes.55:14. Ini adalah bentuk-bentuk dari ekspresi kita didalam menyembah Dia
  5. Bernyanyi dengan suara yang keras. Maz.26:7. Bernyanyi dengan Bahasa Roh. 1 Kor.14:15
  6. Menari-nari. Maz.149:3, 150:4, 2 Sam.6:14-16, Kel.15:20-21. Tarian penyembahan
  7. Berteriak. Maz.47:7, Maz.35:27. Berteriak dalam bahasa Ibraninya HILLEL yaitu kata dasar dari Halleluyah yang berarti berteriak dengan keras dengan penuh sukacita
  8. Memainkan Alat-alat Musik. MAz.105:3-5. Ditangan para penyembah dan pemazmur maka alat-alat musik menjadi “Praise” dan bahkan bernubuatpun bisa menggunakan alat-alat musik. 1 Taw.25:1-3.

Wuah, jadi banyak ragam dan cara menyembah dan memuji Tuhan ya Teman-teman.

Nah, sekarang kita akan segera masuk pada materi pemimpin pujian karena semua yang dipilih di tempat ini adalah para pemimpin pujian kan?

PEMIMPIN PUJIAN

Sebuah Dasar (Roma 12: 1)

Ibadah yang sejati adalah mempersembahkan tubuh sebagai persembahan yang hidup.

Jadi, bohong kalau kita bilang kita mengasihi Tuhan tapi ditunjuk sebagai pemimpin pujian tidak mau.

Alasan: tidak pandai, tidak bisa

Alternatif: memang tidak semua orang diberi talenta untuk menjadi pemimpin pujian. Tapi bagaimana kita tahu itu bagian kita atau bukan? Kita harus tanyakan kepada Tuhan, direnungkan dahulu (contoh: Momon). Ingat ilustrasi tadi? Walaupun tidak bisa, lakukan yang terbaik.

Memimpin puji-pujian adlaah suatu “Seni” yang perlu dipelajari, ditekuni, dan dipraktekkan, dimana hal ini tidak bisa didapat secara cepat dan mudah tetapi melalui proses yang cukup lama dan itu tergantung individu.

Seorang Pemimpin Pujian:

1. Pemimpin pujian harus seorang worshipper, bukan seorang yang suka menyembah tetapi seorang penyembah.

2. Kehidupan rohani yang baik (dewasa), bukan seorang yang baru bertobat.

3. Harus mengenali style dari puji-pujian gereja atau persekutuannya.

4. Mempunyai level musikalitas tertentu (skill).

5. Mempunyai nama baik didalam gereja/persekutuan.

6. Harus bisa membaur sebagai bagian dari team tersebut.

7. Harus bisa menekuni bidangnya. Mempunyai personalitas yang hangat dan ramah (menyenangkan) bukan yang intr

Kemampuan/ Ketrampilan Pemimpin Pujian:

1. Mampu bernyanyi.

2. Didalam memimpin pujian harus tetap pada nada suara satu  (melody tsb) kecuali jika singernya menyanyikan suara satu maka kemudian baru pemimpin pujian bisa melakukan improvisasinya.

3. Bisa menguasai keadaan kalau lagunya salah kunci.

4. Menguasai tempo dan macam-macam irama dari lagu yang dinyanyikan (stabil didalam tempo).

5. Bisa memulai sebuah lagu dengan irama dari yang tepat sekalipun dari berhenti.

6. Mampu berkomunikasi dengan pemain musik serta singers (dengan memakai bahasa tanda

7. Kemampuan untuk menyatukan anggota jemaat (mengontrol jalannya kebaktian, memberi motivasi kepada jemaat)

8. Mengadakan kontak mata dengan jemaat

9. Susunan tempat duduk jemaat

10. Perencanaan dalam ibadah/persekutuan

11. Kemampuan untuk mengenal situasi dan penyesuaian diri

12. Memimpin dengan penuh semangat

13. Susun dan hafal lagu (persiapkan lagu)

14. latihan

15. siapkan permainan atau ice breaking

16. ikuti pimpinan roh kudus

Segi pemimpin pujian yang baik (4):

  1. Kekudusan
  2. Ketrampilan
  3. Kepekaan
  4. Ketaatan

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam jalannya persekutuan

1. Berapa banyak saya harus bergerak/pindah tempat?

2. Berapa kali saya mengulangi satu lagu?

3. Kapan saya mengajarkan lagu baru?

4. Berapa orang yang telah mengenal lagu baru yang akan diajarkan?

5. Apakah jemaat telah menguasai lagu yang baru?

Serba Serbi

Ayo sekarang kita berlatih menjadi seorang pemimpin pujian

Refkleksi “Tiga Hari Mencari Cinta”

Posted in GOOD NEWS on December 16, 2008 by bayu primasanti

(dibawakan dalam malam refleksi “Refreshing Course” Komparem GKJ Ketandan)


Saudara, siapa yang tidak pernah jatuh cinta? Mungkin ada yang sedang berharap? Sedang mengalami? Atau sudah melaluinya? Hidup bisa berubah/ tapi ada yang kekal dan tak pernah berubah yaitu Kasih Sayang Yesus. Saya mau ajak kita semua untuk mengalami bagaimana indahnya jatuh cinta kepada Yesus. Kita pujikan bersama “Aku Jatuh Cinta”

Pujian Pembuka “Aku Jatuh Cinta”

“Tiga Hari Mencari Cinta” Apa itu cinta? Cinta seperti apa yang akan kita cari? Bagaimana kita mendapatkannya? Mari kita berdiam di hadapan Tuhan seraya merenungkan apa itu cinta?

Pujian “Ajarku Berdiam”

Ilustrasi I “Istri Tukang Ledeng”

Saudara, alkisah seorang penyanyi tenar di Eropa – memiliki suami seorang musisi handal – setiap dia menyanyikan lagu selalu dikritik, banyak sekali tampaknya kesalahan – dia tidak tahan dan memutuskan untuk berhenti menyanyi. Suami itu meninggal – dia menikah lagi dengan tukang ledeng – tukang ledeng bilang selalu tidak sabar untuk segera pulang dan mendengarkan suara merdu dari istrinya – dia selalu memuji dia – singkat cerita, sang istri semakin suka menyanyi dan mengembangkan bakatnya sehingga menjadi penyanyi tenar – mereka hidup bahagia. Saudara – cinta sejati bukan berasal dari kesempurnaan diri – cinta sejati adalah ketika kita mau menerima orang lain apa adanya/ bahkan memberikan yang terbaik dari apa yang kita miliki untuk mereka// “Perkataan yang menyenangkan adalah seperti sarang madu, manis bagi hati dan obat bagi tulang-tulang.” (Amsal 16:24)// Cinta akhirnya bukan menjadi kata benda pasif, tetapi dia menjadi sebuah proses yang mungkin tidak sebentar kita dapat menemukannya// Dan cinta itu ada pada diri Yesus/ mari mengejar hadirNya…

Pujian “Mengerjar HadirMu”

Ilustrasi “Kekuatan Pengampunan”

Seorang wanita berkulit hitam yang telah renta dengan pelahan bangkit berdiri di suatu ruang pengadilan di Afrika Selatan. Umurnya kira-kira 70, di wajahnya tergores penderitaan yang dialaminya bertahun-tahun. Di depan, di kursi terdakwa, duduk Mr. Van der Broek, ia telah dinyatakan bersalah telah membunuh anak laki-laki dan suami wanita itu.

Beberapa tahun yang lalu laki-laki itu datang ke rumah wanita itu. Ia mengambil anaknya, menembaknya dan membakar tubuhnya. Beberapa tahun kemudian, ia kembali lagi. Ia mengambil suaminya. Dua tahun wanita itu tidak tahu apa yang terjadi dengan suaminya. Kemudian, van der Broek kembali lagi dan mengajak wanita itu ke suatu tempat di tepi sungai. Ia melihat suaminya diikat dan disiksa. Mereka memaksa suaminya berdiri di tumpukan kayu kering dan menyiramnya dengan bensin. Kata-kata terakhir yang didengarnya ketika ia disiram bensin adalah, “Bapa, ampunilah mereka.”

Belum lama berselang, Mr. Van den Broek ditangkap dan diadili. Ia dinyatakan bersalah, dan sekarang adalah saatnya untuk menentukan hukumannya. Ketika wanita itu berdiri, hakim bertanya, “Jadi, apa yang Anda inginkan? Apa yang harus dilakukan pengadilan terhadap orang ini yang secara brutal telah menghabisi keluarga Anda?”

Wanita itu menjawab, “Saya menginginkan tiga hal. Pertama, saya ingin dibawa ke tempat suami saya dibunuh dan saya akan mengumpulkan debunya untuk menguburkannya secara terhormat.” Setelah berhenti sejenak, ia melanjutkan, “Suami dan anak saya adalah satu-satunya keluarga saya. Oleh karena itu permintaan saya kedua adalah, saya ingin Mr. Van den Broek menjadi anak saya. Saya ingin dia datang dua kali sebulan ke ghetto (perumahan orang kulit hitam) dan melewatkan waktu sehari bersama saya hingga saya dapat mencurahkan padanya kasih yang masih ada dalam diri saya.”

“Dan, akhirnya,” ia berkata, “permintaan saya yang ketiga. Saya ingin Mr. Van den Broek tahu bahwa saya memberikan maaf bagi dia karena Yesus Kristus mati untuk mengampuni. Begitu juga dengan permintaan terakhir suami saya. Oleh karena itu, bolehkah saya meminta seseorang membantu saya ke depan hingga saya dapat membawa Mr. Van den Broek ke dalam pelukan saya dan menunjukkan padanya bahwa dia benar-benar telah saya maafkan.” // Cinta seperti itu yang Yesus ajarkan dan menandai bahwa kita orang Kristen yang serupa dengan Kristus// Jujur/ memang sulit melakukan semua itu/ tapi ketika Dia menyentuh hati kita semuanya akan mungkin//

Pujian “Sentuh Hatiku”

Ilustrasi “Hadiah Cinta”

Seorang ibu memiliki anak cacat/ tidak memiliki telinga tapi pendengarannya baik – anak itu tumbuh dewasa dan sering diejek teman-temannya karena penampilannya yang aneh// Si ibu kasihan// Suatu saat dokter berkata/ dia bisa melakukan cangkok telinga kepada anak itu asal ada yang mau mendonorkan// Orang tua anak itu akhirnya mendapat donornya/ tapi sampai anak itu sembuh dan tumbuh semakin besar/ mereka merahasiakan// Hingga suatu hari tibalah mereka di pemakaman ibunya/ lalu ayah itu menyibak rambut ibunya dan….ternyata ibu itu tidak bertelinga// “Ibumu pernah berkata bahwa ia senang sekali bisa memanjangkan rambut// Dan tak seorang pun menyadari bahwa ia telah sedikit kehilangan kecantikannya// Itu kasih ibu di dunia/ bagaimana dengan kasih Allah? Dia rela tidak hanya memberikan telinganya/ bahkan nyawanya untuk kita// karena Dia mencintai kita di atas segalanya// Dia

Pujian “Above All”

Mendengar dengan Benar

Posted in GOOD NEWS on October 24, 2008 by bayu primasanti

(Dibawakan dalam Persekutuan Mahasiswa Kristen FISIPOL UGM, 24 Oktober 2008)

Saudara, apakah Anda pernah mengikuti test TOEFL? Menurut Anda, bagian mana yang tersulit? Ada listening, reading, dan writing. Kalau menurut saya, bagian yang tersulit adalah bagian listening atau mendengarkan. Beberapa kali saya mencoba test TOEFL, selalu gagal meraih skor yang diharapkan gara-gara bagian listening ini. Yah, saya tidak patah semangat. Saya tanyakan ke beberapa teman yang skor TOEFL nya tinggi, bagaimana cara untuk meningkatkan skill kita dalam bagian listening. Dan hampir semua menjawab kompak, “Ya kamu harus hafal pola polanya dan terus berlatih mendengar dengan hati-hati”. Aduh, saya pikir saya tak akan punya waktu untuk melakukan semua itu. Karena tidak puas dengan jawaban mereka, saya bertanya kepada ahlinya, pakar bahasa Inggris, pengajar TOEFL sejati, “Pak, bagaimana supaya nilai TOEFL bagian listening saya bisa meningkat dalam waktu singkat?”. Lalu beliau menjawab, “Kamu perlu waktu untuk latihan. Sediakan paling tidak satu atau dua jam setiap hari untuk mendengarkan siaran-siaran bahasa Inggris. Lalu kenali pola-polanya dan ya latihan terus”. Aduh, bisakah didapat dengan kursus singkat?

Itu pikiran saya dulu bahwa akan selalu ada cara cepat untuk menyelesaikan masalah listening pada TOEFL. Ternyata tidak. Mengenal polanya, memberi waktu untuk belajar, dan terus berlatih adalah kunci utama mendapat skor tertinggi pada tes TOEFL kita.

Problematika dalam mendengar ini ternyata juga terjadi dalam kehidupan kita, manusia. Ada dua orang perenang yang tengah mengikuti kompetisi berenang di pantai lepas. Kompetisi ini diikuti oleh 500 perenang di sepanjang pantai. Mereka harus berenang beberapa kilo menurut jalur yang sudah ditentukan panitia dan ditandai dengan pelampung. Kedua perenang ini belum saling mengenal dengan baik namun mereka bermufakat untuk saling membantu jika di tengah perlombaan hilang arah. Si perenang A memiliki kelebihan, dapat mendongak ke udara saat berenang dalam waktu yang lebih lama di banding perenang lainnya. Karenanya, perenang A menawarkan kepada perenang B, jika nanti dia kehilangan arah, ikuti saja perenang A karena dia pasti akan bisa melihat pelampungnya. Lalu berenanglah mereka.

Benar, sampai di tengah laut, beberapa perenang hilang arah dan kehilangan pelampung. Perenang A mencoba memberi tanda kepada perenang B untuk mengikutinya, tapi perenang B melihat sekumpulan orang berenang menjauh ke arah lain. Perenang B mengikuti kumpulan perenang lain itu karena dipikirnya orang banyak tidak mungkin keliru; sedangkan perenang A mungkin saja salah melihat. Beberapa saat kemudian, kumpulan perenang tersebut menabrak papan kayu, yang ternyata adalah kapal nelayan. Setelah mereka mendongak, nelayan itu berkata, “Apa yang kalian lakukan di sini? Kalian menyimpang jauh dari jalur kompetisi renang ini. Marilah, saya akan membawa kalian pulang”.

Sekilas, kisah perenang B ini mirip dengan bangsa Israel. Ingat kisah bangsa Israel? Karena tidak mau dengar dan taat pada suara Tuhan, mereka menghabiskan 40 tahun berputar-putar, padahal dalam satu bulan mungkin mereka bisa sampai ke tanah perjanjian itu. Hfiiiuuufhhhhh…..

Jadi saudara, dalam setiap keputusan yang akan kita ambil, mendengar suara Tuhan dengan benar adalah langkah utama yang harus dilakukan.

Lalu bagaimana kita bisa mendengar suara Tuhan dengan benar?

Tepat. Ini pertanyaan yang kerap kali diajukan oleh orang-orang yang sedang bertumbuh dan berproses di dalam Tuhan. Dan ini pertanyaan yang harus kita renungkan bersama-sama.

Untuk dapat mendengar suara Tuhan dengan benar, hal-hal yang harus kita lakukan adalah:

Hubungan Intim dengan Tuhan

Perenang tadi tidak mendengar suara rekannya karena dia belum sepenuhnya mengenal dan percaya kepadanya. Saya, selalu gagal pada listening TOEFL karena saya tidak mengenal pola-polanya. Tokoh alkitab sekelas Samuel pun, sempat tidak mengenali panggilan Tuhan karena belum mengenal siapa Tuhan itu (I Samuel 3: 1-10; 7) sampai Imam Eli yang mengenalkannya. Jadi untuk bisa tahu suara Tuhan dan maksudnya, kita harus memiliki hubungan intim dengan Tuhan. Dia mengenal kita masing-masing pribadi; kita pun mengenal pribadiNya (Yoh 10:3-5).

Berani Membayar Harga

Ada banyak suara yang bisa kita dengar: suara malaikat dan suara Tuhan (Hakim-hakim 6:11-12; Hakim-hakim 6: 14-15), suara kita sendiri, suara orang lain, dan suara setan. Hiiiiii……Bayangkan, kalau dalam mengambil keputusan, yang kita dengarkan ternyata suara setan? Apa yang akan terjadi? Oh….Tidakkkkkk!!!!!. Sama seperti latihan TOEFL, ada harga yang harus dibayar untuk belajar mendengar dan membedakan suara-suara tersebut. Daniel naik ke atap rumah sampai 3 kali atau lebih, sehari untuk berdoa dan mendengar suara Tuhan. Daud, sebelum berperang selalu sediakan waktu terbaiknya, bukan untuk bercumbu dengan istrinya, atau makan-makan sebelum perang (siapa tau mati, jadi sudah bisa mengecap nikmatnya dunia…Hahaha…), tapi untuk duduk diam mendengarkan suara Tuhan. Jika Tuhan bilang, “Ya. Maju.”, Daud baru maju.

Hidup dalam Roh Kudus

Roh (Allah) tidak dapat bersatu dengan daging (Galatia 5: 16). Suara Allah pun tidak dapat kita dengar dengan benar jika kita masih bergelut dengan kedagingan kita. Ibaratnya kalau dalam minyak kita tuang air, air tersebut tidak dapat bercampur, menyatu dengan minyak dan menghasilkan bentuk baru. Tapi jika air kita masukkan dalam gelas berisi sirup, mereka akan bercampur dan menghasilkan minuman yang segar. Jadi untuk dapat mendengar suara Allah dengan benar, mari hidup dalam roh kudus dan tinggalkan kedagingan kita (Galatia 5: 19). Memang tidak bisa sempurna karena kita manusia. Tapi hati yang berusaha, itu yang Allah mau.

Ujilah

Seperti semua hasil pekerjaan harus diuji (I Kor 3: 14-15), maka hasil dengar-dengaran kita pun harus diuji (I Yoh 4:1). Kita bisa mengujinya melalui beberapa hal:

- Apa yang berasal dari Tuhan tidak bertentangan dengan FirmanNya, jadi mari kita memeriksanya melalui Firman Allah

- Apa yang berasal dari Tuhan akan digenapi sesuai cara dan waktu Tuhan

- Apa yang berasal dari Tuhan semua mendatangkan kebaikan bagi Kita dan kemuliaan bagi Tuhan

- Apa yang berasal dari Tuhan biasanya bukan untuk kesenangan kita secara pribadi tapi untuk melayani orang lain

- Apa yang berasal dari Tuhan dapat kita crosscheck kepada orang lain yang dekat dengan Tuhan.

Jangan Sedih Jika Tuhan Diam

Tuhan bukan mesin penjawab. Tapi Dia hidup. Jadi apa pun yang dilakukannya memiliki makna, termasuk dengan diam. Ketika Tuhan diam itu bisa berarti kita harus menunggu, atau menguji kita, atau untuk menyatakan kemuliaan Allah yang lebih dasyat. Ingat cerita Maria, Martha, dan Lazarus kan? Waktu Lazarus hampir meninggal, Maria dan Martha memohon kepada Yesus untuk sembuhkan dia. Eh, Yesusnya malah pergi. Baru setelah Lazarus meninggal, Yesus datang. Maria dan Martha mungkin jengkel. Tapi Tuhan mau bilang kalau cuma sembuhin orang, itu sudah biasa. Dia ingin kita melihat kemuliaan Allah yang lebih besar. Dia membangkitkan Lazarus yang sudah meninggal. Sukacitanya berkali kali lipat.

Allah juga bisa menyatakan diri dan memperdengarkan suaraNya melalui beberapa cara. Misalnya melalui perkataan yang audible. Seperti waktu Dia berbicara dengan Gideon, Samuel, Daud, Abraham, dll. Mungkinkah hal itu terjadi pada kita? Mungkin saja, jika Tuhan berkehendak. Kita hanya bisa merindukan. Lalu Tuhan juga bisa berbicara melalui indra perasa, pengecap, dan penciuman kita. Misalnya pada saat pujian dan penyembahan, kita terkadang merasakan angina sepoi, hangat di atas kepala, tangan yang memeluk, dll. Kemudian, bisa juga melalui impresi, intuisi, ilham, gerakan, dorongan, dll. Ketika kita berdoa untuk seseorang, kadang tiba-tiba muncul impresi yang kuat tentang orang itu, mungkin Tuhan ingin sampaikan sesuatu tentang orang itu. Tuhan juga dapat menyatakan suaraNya melalui keadaan, peristiwa, pengalaman, dan buku. Oleh karena itu, sebelum melakukan atau memutuskan apa pun, berdoa dan minta Tuhan yang berkarya ya. Kata Sang Pemazmur (Mzm 105:4), carilah wajahNya selalu. Apa yang dimaksud dengan selalu? Yah, kadang kala kita akan menemui kebingungan, tidak mengerti, resah dengan suara-suara yang terdengar. Tapi jangan menyerah. Temui Dia dan cari wajahNya selalu.

Nah, beberapa hal sudah kita pelajari tentang mendengar suara Tuhan. Bukan hal yang mustahil kita bisa tau isi hati Tuhan jika kita rajin bersekutu denganNya. Selamat Berkarya ya. Tuhan Memberkati.

Time 2 Listen

Posted in GOOD NEWS on October 23, 2008 by bayu primasanti

Have i told you that my worst mark in TOEFL score was about listening? Hummmm….i got mentally exhausted in learning listening part. Someone has told me that i just need more time to learn, try to listen, listen, and listen every word in english they spoke. Hummmm….i was disgruntled about it. Is it just about try to listen? No….i think…TOEFL has its own strategies, patterns, ways to solved. And i think, they are must be learned. Then i try to find better person to satisfy me, the TOEFL expert. And i really met him. But…uhmmmm….the answer was the same as before. He said that i just need more time to try to listen, listen, listen, and listen carefully each word, phrase, sentence, then paragraph they spoke. Well, after this one, i walked in their shoes.

So, experts, is what i need  just time to listen more carefully? and then i’ll get better score in my toefl? So, is it  the only way? There’s no other simple way, isnt there?

Well, after my long devotion, i find one special thing related to “The time to listen”.

In one moment, i’ve ever written in some pieces of paper about my dreams. Hahahah….then you think that they’re just “dream” or just my own imagination? No. Why? because God has stated them to me. He’s promised to me about them. So, i could say something like i wrote.

But….

One step i’ve been passing by proved that the promises didn’t become reality. In their (world’s man) words, they said that i was failed to reach that dream (which was considered as one step to my dream — based on God’s words). But, i still could say, it’s okay. Maybe not this one.

But…

In the other moment, i tried again to follow (world) competition in gaining dignified position. I did it. God did it. Again. I was yelling. I did it. God did it. But at the third floor, they told me that i was failed again. I couldn’t complete my test well and failed to gain the dignified position.

Then my world was blue….

The promises coming from God’s voice sounded vague….

My world was blue….

Twice He let me failed in gaining position promised to me so far?

Then i got stomacache….i’m alone in my blue world…and i try to analyze…

Were the promises wrong? Or did i do mistake in listening to His Voice?

Oh, My God….

Then i heared one voice said whisperly….just do your part day by day….word by word….don’t think about the future and what kind of position you will get, just think about your now job from Me…I’m with You…even if you maka many mistakes…i’ll be right beside you, watch you out, and take care of you…and you know, i still in my promises…..you just have to take more time to listen me more carefully…like you did before.

What?

I listen to whom?

Whose voice was it?

And then i realize, that to have a better skill in listening, we just have to take time to listen carefully….

A Girl Be Friend to A Woman

Posted in GOOD NEWS on October 17, 2008 by bayu primasanti

This story is touching my heart deeply. It is a story about two friends, named girl and woman. It is not just an imagination, but the truth of life.

They are a girl and a woman be friend. They never live together in one specifit place, but earth. They seldom face one another. They’re separated by age and destiny.

The woman is a wife and mother for housband and little son. So far she’s walked on her own feet with no mom beside. It is almost the same that a girl just become a woman always need more attention and respect from her mom. She, the mom of a woman, will take care of her–a woman–in her changing period, her marriage, her pregnant, and tell her about the way of taking care her new born baby, keep it growing up in well condition, etc. In this condition, she hates freedom, she wants someone instruct her about all the things she should do. But, she does’nt. She has no mom beside. She does them all alone with the references of book, doctor, and her far aunties experiences. She cries because of her suffering from a mom touch.

While, the girl has the opposite experience. She lives as long as her life with her mom. She gets much attention and careness of her mom. She knows her mom always stands beside her in every contition and tells what should the girl does and doesn’t. But for the girl, close to the mom is raising some bad effects in her life. With her mom beside, she feels no freedom. She must follow all the instruction and willingness from her mom and bow down her own desires. She can’t choose what she likes, what will she does and how, who she wants to meet and to marrie with. Even the colour of her clothes and the salary she will get also must be followed her mom perspective. She cries because of her suffering from a freedom.

So, at one time, they meet in some place in the sky crying. The woman asked the girl why she cried. And the girl answered, “I’m losing my freedom because of mom. I want the freedom back and mom goes by”. And, when the girl’s turn was arrived, she asked why the woman cried. And the woman said, “I’m losing my mom because of freedom. I want the mom back and freedom goes by”.

Then the girl be friend to a woman.

Some time….it is some time, or now. We have to experience one or both conditions above. When they come just ask yourself, who mom for you is, not just for now, but life.

Siapa Takut?

Posted in GOOD NEWS on October 9, 2008 by bayu primasanti

Berada dalam posisi ini berkali-kali membuatku belajar sesuatu kepastian: kita ini hanya alat untuk melakukan pekerjaanNya.

Dan itu indah banget!

Dimulai dari surprise yang diberikan di hari selasa kemarin, lalu kekhawatiran di hari selanjutnya (Hmmm…mampukah aku?), kemudian peneguhanNya dengan cerita 5 roti dan 2 ikan, dan munculnya dua tokoh dalam hidupku pagi ini.

YOSUA

Yosua dipilih untuk menggantikan Musa mempimpin Bangsa Israel menuju tanah Kanaan. Hmmmm…Membaca Yosua, kita akan menemukan berkali-kali dia dipakai Tuhan untuk memukul mundur bangsa-bangsa yang ada di tanah Kanaan sampai bangsa terbesar dan raja-rajanya sekalipun ditaklukkan. Hehe…

Kalau melihat karya ini, Yosua pasti orang yang luar biasa. he….

Tapi siapa sih Yosua itu? walah, dia ternyata orang biasa saja.

Di balik gilang gemilang kemenangannya, ada sebuah rahasia yang Yosua mau ceritakan pada kita tentang kemenangannya. Ini dia:

Berfirmanlah Tuhan kepada Yosua: “Janganlah takut kepada mereka, sebab Aku menyerahkan mereka kepadamu. Tidak seorang pun dari mereka yang akan dapat bertahan menghadapi engkau. Yosua 10: 8

Wuik, ternyata, Allah yang mengerjakan kemenangan itu melalui Yosua.

Hmmmm….Allah seperti apa Dia!

Ketika membuka renungan, ketemu lagi dengan satu tokoh Alkitab yang sangat terkenal:

DAUD

Ehm…enggak sempat membaca banyak tentang tulisannya pagi ini. Hampir sama dengan Yosua, sebagai Raja Israel, Daud mendapat karunia yang sangat luar biasa. Nah, ternyata dia juga punya kunci. Pagi ini dia membuka rahasianya itu kepadaku. Ini katanya:

Dengan Allah akan kita lakukan perbuatan perbuatan gagah perkasa, sebab, Ia sendiri akan menginjak-injak para lawan kita. Mzm 60: 14

Pertanyaannya, kenapa Allah tidak langsung melakukan perbuatan besar itu sendiri? Dia kan Allah? Kenapa harus menggunakan orang lain sebagai alat? Kenapa tidak langsung saja membuat bangsa-bangsa itu sakit kek, panuan kek, gatal-gatal kek…kenapa justru menghadapkan Yosua dan Daud pada bangsa-bangsa yang kuat?

Hmmmm….such an illogical thing i think.

Hehehehehehe…..tapi….

Tapi cerita itu akhirnya disejarahkan dan dituliskan dalam alkitab. Akhirnya tadi pagi aku membaca cerita itu. Akhirnya muncul pertanyaan “kenapa” yang banyak sekali dalam benakku. Dan akhirnya aku menemukan bahwa Dia menggunakan orang-orang lemah namun takut akan Dia untuk menjadi alatNya. Akhirnya aku menyadari, aku ini juga orang lemah, dan aku ingin takut akan Dia. Akhirnya Dia ingin menunjukkan kepadaku: aku ini hanya alat, aku tidak perlu takut karena Dia yang mengerjakan semua itu bagiku. JanjiNya yang telah digenapi dalah hidup Yosua dan Daud, itu juga yang telah aku terima.

Wuah……

Besok aku berangkat, Bapa. Dengan 513 talenta saja. Dengan mata yang sangat mengantuk dan sedikit lelah karena semalaman latihan. Dengan segala kelemahan ini, aku melihat kemenangan yang dari padaMu.

Terima kasih untuk penguatanMu pagi ini bagiku. Aku mengerti kenapa hikmat itu datang pagi ini, satu hari sebelum aku pergi.

Karena aku berangkat karena Engkau, dengan Engkau, dan bagi Engkau.

Thanks for this restately wisdom, Dad.

I Love U so

Lima Roti dan Dua Ikan

Posted in GOOD NEWS on October 9, 2008 by bayu primasanti

Cerita sekolah minggu tentang Lima Roti dan Dua Ikan memang sangat indah. Sampai sekarang, cerita itu merema kuat dalam hidupku. Hehehe…unik sekaligus mengagumkan.

Saat itu, murid Yesus bingung. Dengan apa 5000 orang itu akan diberi makan?

Tapi kata Yesus, coba cari dulu barangkali ada yang membawa makanan.

Benar, ada yang membawa makanan! Horaiiiiiiiiii!

Tapi horaiiiiiiiiiiiiii – nya tidak panjang karena makanan itu hanya dari seorang anak kecil.

Wujudnya? lima roti dan dua ikan.

Tapi lihat, saat lima roti dan dua ikan itu ada di tangan Yesus….wow! Miracle! 5000 orang (ini baru laki-lakinya saja) itu bisa makan dengan kenyang, bahkan sisa 12 bakul.

Hi hi hi….

Waktu aku PA sama teman2, kami disuruh membayangkan misalnya anak kecil itu tidak mau memberikan rotinya? Atau murid-murid menyerah karena cuma dapat 5 roti dan dua ikan? Wah….

Kemarin, aku merasakan ketakutan dan kekhawatiran juga, seperti murid-murid Yesus.

Bapa, aku cuma punya 513 talenta….aku cari-cari berkali-kali, tapi itu angka paling maksimal yang bisa kudapat.

Ehm….sedang yang mereka butuhkan 550 talenta….

Hiks….

Gak ada waktu lagi….

Tinggal 1 hari….

Itu kataku kemarin. Hari ini, Dia menjawabnya melalui cerita 5 roti dan dua ikan itu. Ayo, serahkan saja 513 talenta itu….

Iya, Bapa. Aku menyerahkannya padaMu.