Image Branding

Posted in DIARY on March 17, 2009 by bayu primasanti

Dari sudut mana mereka bisa berpikir bahwa aku ini mirip sekali dengan fitri tropika (lol)? Jika kuhitung-hitung ada lebih dari sepuluh orang (yang tidak saling mengenal) yang memiliki persepsi yang sama. Setelah kulakukan penelusuran gerilya, ada beberapa jawaban yang kutemukan:

1. Saya mirip fitri tropika karena  kekonyolan saya yang sudah mencapai stadium empat

2. Saya mirip fitri tropika karena gesture tubuh saat berbicara

3. Saya mirip fitri tropika karena ‘narsis’ (anak-anak remaja  berada dalam kelompok ini)

4. Saya mirip fitri tropika karena suka melucu walau ‘garing’

Saya heran mengapa fenomena ini bisa terjadi. Padahal saya merasa menjadi orang paling serius sedunia. Pertanyaannya: kenapa saya tidak dikatakan mirip dengan Bunda Teresa (berlebihan deh….!) atau Romo Mangun ya? (berharap terlalu tinggi).

Sela

Suatu ketika, ada seorang mahasiswa datang ke cubical saya untuk berdiskusi. Selama proses diskusi ini, dia menatap mata saya dalam-dalam. Tatapan ini, setiap detiknya, menyiratkan keraguan atas jawaban-jawaban yang saya berikan. Saat rasa penasaran saya sudah tak tertahankan lagi, saya tanya kepada mahasiswa saya ini, “Mengapa kamu melihat saya selalu seperti itu? Adakah yang aneh? Atau ada yang salah dengan jawaban saya?”. Mahasiswa ini kemudian menjawab sembari terpingkal-pingkal, “Iya, Miss. Saya sampai sekarang belum bisa membedakan, mana wajah Miss yang serius dan mana wajah Miss yang bercanda.” Lalu keluarlah pengakuannya, “Sebenarnya Miss, kalau di kelas itu, kami ngikik (tertawa terpingkal-pingkal) dalam hati setiap Miss menjelaskan sesuatu. Wajah Miss itu lho, selalu tidak sesuai dengan kata-kata yang dikeluarkan. Melihat wajah Miss saya kami sudah terpingkal-pingkal, apalagi kalau ngomong. Kelihatannya serius, tapi ….Huakakakkakakakak…..”

Sela

Semalam, kos kami punya hajatan. Ada salah satu penghuni yang ulang tahun. Seperti biasa, kami berkumpul dan makan bersama. Seperti biasa pula, suasananya rame sekali. Suatu kali, ada teman saya yang mengatakan demikian, “Saya pasti bisa masuk Perguruan Tinggi itu, siapa dulu yang merekomendasikan (dia merujuk pada dua orang rekannya yang punya posisi penting”. Lalu, dengan wajah super serius saya menimpali, “Tidak bisa begitu juga, selama Tuhan belum ACC, manusia juga tidak bisa lakukan apa-apa. Jadi, pertama-tama, minta rekomendasi Tuhan dulu ya”. Saya bingung, kalimat super serius ini malah direspon dengan gelak tawa. Hmmmm…..apa yang salah dengan diriku. Lalu, seorang teman nyeletuk , “Miss, kalau dalam kehidupan sehari-hari kamu tidak menampakkan sikap konyolmu, mungkin kami akan sangat kagum dengan kata-katamu itu. Tapi, kalau melihat keseharian Miss yang super konyol, kami susah percaya.” (gelak tawa kembali menyeruak). Hmmmm…..

Sela

Seorang mahasiswa bertanya, “Miss, boleh saya tebak, Miss ini pasti sanguin sejati ya?”. Saya menjawab,  “Saya menjawab, bukan, menurut tes psikologi yang pernah saya ikuti, saya ini koleris sejati.  Perbandingannya ya, 90: 10 lah dengan sanguin”. Mahasiswa ini tertawa, lalu menimpali, “Gak mungkin ah…..kok Miss selalu buat kekonyolan? Itu tandanya lebih kuat sanguinnya Miss.” (ah….up to you lah….)

Sela

Malam itu, setelah seharian bekerja, saya merenung di kamar. Di satu sudut yang paling dalam di hati saya, saya sangat senang dan bangga karena orang-orang di sekitar saya terkadang terhibur dengan banyolan atau sikap konyol saya (walaupun kadang saya tidak merasa demikian. Hups…masih mengelak). Namun, di ceruk hati yang lain, ada ketakutan luar biasa. Saya sangat takut, jika image yang saya bangung melalui perilaku, perkataan, dan sikap hidup saya ini justru merusak citra yang sudah Bapa gambarkan dalam hidup saya. Saya bertanya kepada sahabat saya, “Apakah saya salah bila saya bersikap konyol?”. Dia menjawab, “Selama sikap kita itu tetap bisa memuliakan Tuhan, tidak ada yang keliru”.

Refleksi ini mengingatkan kepada saya kembali. Image branding yang kita bentuk dalam kehidupan kita ini sangat mempengaruhi panggilan hidup kita di dunia. Apakah dengan image branding yang seperti ini, kita bisa menjadi surat Kristus atau justru merusak citra Allah. Hal ini menjadi ketakutan tersendiri bagi saya sebagai seorang–yang dianggap sanguins (tetap tidak mau mengakui). Melalui hal ini pula, saya semakin yakin, bahwa sekuat apa pun kita berusaha mencitrakan Yesus dalam hidup kita, itu tidak akan berhasil. Citra Yesus dalam hidup kita adalah karunia semata. Bagian kita? Ya memelihara citra itu melalui sikap hidup, perkataan, dan perilaku kita.

Selidiki hatiku setiap hari, Bapa.

Apakah ku sungguh mengasihiMu, Yesus.

Lagi-lagi, Tujuan Hidup

Posted in GOOD NEWS on March 13, 2009 by bayu primasanti

Lagi-lagi, kemarin, kelas Pengantar Statistik Sosial berubah menjadi kelas sharing tentang tujuan hidup. Hal ini pertama-tama terjadi karena keegoisan saya sebagai seorang dosen yang selama berhari-hari digelisahkan dengan pertanyaan “apa sih tujuan hidup mahasiswa saya sesungguhnya?”. Saya yakin, sementara mereka belum mengenal frasa “tujuan hidup”, semua pengetahuan yang kami pelajari di kelas (dengan mati-matian), akan sia-sia belaka.

Lagi-lagi, ketika saya tanyakan kepada masing-masing mahasiswa di kelas itu, saya mendapat jawaban yang serupa. Mahasiswa pertama mengatakan, “tujuan hidup saya ya ingin berkarir supaya mendapatkan uang”. Mahasiswa ke dua, ke tiga, dan seterusnya mengungkapkan hal yang senada. Namun, ada satu yang berkata demikian, “Saya ingin menjadi PR yang handal. Dengan demikian saya dapat memuliakan Tuhan dengan ilmu yang saya dapat. Saya bisa berbagi dengan orang lain…..”. Saya sempat berhenti sebentar dan tidak meneruskan pertanyaan ke mahasiswa selanjutnya seraya berdoa dalam hati, biarlah ada beberapa mahasiswa lagi yang sudah mengenal tujuannya seperti yang satu ini. Sayang, pertanyaan tentang tujuan hidup selanjutnya, dijawab dengan, “wah, saya belum tahu…”.

Lagi-lagi, tidak ada yang salah dengan mereka sebab menemukan tujuan hidup itu adalah proses yang sangat panjang. Saya sempat sedih sih, tapi saya mengingat waktu saya seusia mereka. Waktu itu saya juga masih bingung tentang tujuan hidup. Setiap hari digelisahkan dengan pertanyaan, “sebenarnya, apa tujuan hidupku”. Semenjak itu juga lah, saya diproses, ditempa, hingga menemukan tujuan hidup saya di dalam Tuhan.

Lagi-lagi, pagi ini saya mendapat penguatan tentang hal itu. Baru saja saya menyelesaikan satu bab dari sebuah buku tentang kepemimpinan kristen, bagus sekali. Lagi-lagi, bab pertama dalam buku itu membahas tentang “tujuan hidup”. Pak Sendjaya, penulisnya, (mengutip Amsal29: 18) mengatakan, orang yang tidak memiliki arah dalam hidupnya termasuk kategori orang yang liar. Wow. Kemudian, saya menemukan bagian yang menarik dari pembahasan ini. Penulisnya mengatakan, jawaban seseorang bahwa tujuan hidupnya adalah untuk “memuliakan Tuhan” itu hanya merupakan retorika yang klise atau sekadar lip service saja. (hihihihi…..jadi malu!). Menurut penulis, bahwa hidup kita harus memuliakan Tuhan itu sudah taken for granted. Kita harus menemukan tujuan hidup itu secara spesifik, secara kongkrit, yakni: memuliakan Allah dalam bidang apa, melalui profesi apa, di mana, dengan cara bagaimana? Dengan demikian, mencari tujuan hidup bukan mudah. Hal ini membutuhkan keseriusan, tenaga, waktu, doa dengan tekun, dan taat pada setiap kehendakNya. Daud mengatakan dalam mazmurnya, “Carilah wajahNya setiap hari”. Sampai kapan? Bagaimana jika suatu kali sudah bertemu denganNya? Membaca ayat itu lagi, dan akan ditemukan, lagi-lagi, “Cari wajahNya setiap hari”. Setiap hari (jika perlu melalui doa puasa. Hihihihi….).

Lagi-lagi, saya mengerti, tujuan hidup yang saya cari pun tidak berhenti sampai di sini. Saya masih tetap mencari sampai Dia menunjukkan yang paling spesifik. Sampai kedatanganNya yang ke dua nanti, menjemput saya, menjemput kita. Mau ikut?

Kisah Klasik

Posted in DIARY on March 10, 2009 by bayu primasanti

Saya tidak pernah menyangka kalau kisah klasik yang selama ini kami renda, dapat melalui klimaksnya dengan indah pada 080309 kemarin. Sepuluh tahun sudah kami menanti kesempatan untuk mengerjakan dan menyaksikan klimaks ini. Rasa khawatir, penasaran, gemas, dan air mata mewarnai perjalanannya.

Awalnya kami buta, tidak tahu apa yang harus dilakukan dan bagaimana memberitahukan perasaan kami kepada kedua orang tua. Kasus kami berbeda. Tidak semudah dua orang dewasa yang sepadan, mapan, dan ingin berkomitmen bersama. Karena kami…..saudara. Itulah mengapa kami diam selama 10 tahun ini. Sementara satu-satunya hal yang kami kerjakan adalah BERTANYA kepada Bapa kami.

Proses menanti dan bertanya itu tidak terasa sudah menapaki sepuluh tahunnya. Terkadang kami lelah dan ingin berhenti saja sampai di situ lalu berikrar untuk menerima apa pun resikonya. Tapi roh kudus selalu menguatkan dan menyemangati kami. Terakhir, yang kami lakukan adalah berdoa bersepakat bersama seorang rekan kami (thanks, sist). Yang kami percayai, Tuhan turut bekerja melembutkan hati kami, pun hati orang tua kami. Yang kami percaya, Tuhan tidak akan membatalkan janjiNya. Yang kami percaya, Jika Tuhan sudah membuka pintu, siapa pun tak ada yang bisa menutupnya. Yang kami percaya, God is Good so everything He makes is also good.

Banyak hal yang kami doakan menjelang hari itu. Kami berdoa untuk motivasi kami, hati kami, hati orang tua kami, kami berdoa untuk hari yang tepat, kami memohon hikmat untuk berbicara, dan keteguhan hati untuk menghadapi segala kemungkinan yang terjadi.

Dua hari sebelum hari yang kami doakan itu tiba, kami merancang segala sesuatunya. Tempatnya, waktunya, transportasinya, dan susunan acaranya. Kalau mengingat proses itu, kami tertawa sendiri, lucu sekali, seolah-olah kami membuat sebuah event akbar yang sangat penting bagi hajat hidup orang banyak. Hahahaha….Dan yang lebih membuat saya terpingkal-pingkal saat mengingat peristiwa itu adalah bahwa parter saya menulis semua yang akan dikatakannya bak pidato kenegaraan. Dia mengetiknya rapi lalu membacanya berulang kali sampai semua poin terekam di kepalanya, kepala kami. Tapi lebih dari itu semua, kami menumpangkan tangan pada kertas “pidato” itu dan berdoa sebelum menuliskan isinya.

Hari yang dinanti selama 10 tahun itu pun tiba. Perjalanan menuju tempat kejadian peristiwa terasa sangat panjang. Sepanjang jalan saya berteriak untuk mengurangi nervous yang menghinggapi saya. Parter saya tampak lebih tenang dari pada sebelumnya.

Setelah makan malam, kami mengutarakan isi hati kami kepada orang tua kami. Saya mendapat bagian membuka percakapan, parter saya yang menyampaikan isinya, dan sahabat kami berdoa dari tempatnya. Saya sama sekali tidak menyangka, semua perkataan yang keluar dari mulut parter saya begitu berwibawa, begitu tenang pembawaannya, begitu runut, teratur dan sangat bijaksana. Saya melihat sirat terkesima dari wajah orang tua kami. Saya benar-benar terkejut. Saya yakin, roh kudus memimpin parter saya untuk berkata-kata.

Tiba saatnya kami mendengar tanggapan dari orang tua kami. Perasaan campur aduk sudah tiada lagi. Kami benar-benar tidak (mau) mempersiapkan strategi jika jawaban orang tua kami nantinya: “tidak” . Mengapa? Karena kami begitu yakin akan rencana Tuhan. Kami begitu beriman atas karyaNya.

Dan inilah yang diucapkan orang tua kami, “Kami tidak lagi peduli apakah kalian saudara atau tidak, yang kami tau, kami sudah menyerahkan hubungan kalian kepada Tuhan. Kami merestui kalian. Jadi, kalian harus bertanggung jawab untuk menjaga restu ini, demikian juga bertanggung jawab pada Tuhan yang melihat kalian. Kami merestui kalian”.

Saya tahu, bersikap sewajar apa pun saya kali ini, saya tetap tidak akan bisa menyembunyikan sukacita ini.

Terima kasih Bapa, terima kasih Ayah & Ibu, terima kasih Christma, terima kasih parterku, kita sudah menyelesaikan katastrofa dari kisah klasik bagian ini. Masih ada beberapa fragmen lagi yang harus kita lalui. Siap? Tentulah, karena kita berjalan bersama Bapa kita yang baik. Amin.

Memotret Pelangi

Posted in DIARY on March 2, 2009 by bayu primasanti

Aku teringat kesukaan kita berdua
Saat rasanya tiada waktu tersisa
Kita pasti melarikan diri
Ke pantai atau ke gunung

Aku ingat sekali hobi kita berdua
Memotret pelangi
Lalu membingkai bintang-bintang
Dengan empat bola mata ini
Yang kadang sudah sayu oleh kesibukan

Tapi kita tersenyum saat mencoba memaksa diri untuk tetap “melek”
Wajah kita jadi aneh….tapi asyik sekali

Saat-saat itu, lelah kita jadi hilang
Karena akhirnya pelangi dan bintang-bintang yang tak tergapai itu…
Tertangkap oleh empat bola mata kita

Email From My Beloved Boyfriend

Posted in DIARY on March 2, 2009 by bayu primasanti

Suatu pagi, saya menerima email dari partner tercinta. Saya membacanya dan terharu. Ada satu pesan singkat yang ditulisnya, “Dek, boleh minta tolong postingkan tulisan ini ke blogmu?”. Aku tahu benar maksudnya. Dia sangant ingin orang lain turut merasakan betapa Tuhan itu baik bagi kita. (Maaf aa, baru kuposting sekarang).

Ini dia suratnya:

Monday, Feb 9th 09, 09.00 PM

Melalui sebuah surat…Bapa menjawab semua kegundahanku, kekecewakanku, dan bahkan kemarahanku..Dia telah mengubah semuanya itu menjadi hadiah yang sangat indah, yaitu harapan dan semangat untuk melayaniNYA melalui sebuah pekerjaan yang Dia ingin kita kerjakan bersama…apakah kalian ingin tau?? “Sebuah Proyek Rahasia”…jadi berbahagialah orang yang belum pernah membaca Surat ini karena Surat ini ditujukan untuk kalian semua..

Dan beginilah isi surat yang Bapa berikan ….

Hamba yang setia,

Bahkan saaat ini AKU sedang memberi berkat dan penghargaan untuk waktu berjam-jam yang engkautelah habiskan untuk menyatakan hati-KU pada anak-anak-Ku yang membutuhkannya. Semua pemberian yang telah engkau berikan pada orang lain sedang AKU lipatgandakan kembali padamu. Aku tau, banyak orang tidak memikirkan kebutuhan-kebutuhanmu. Bahkan mereka tidak berterima kasih atas kerelaanmu dalam membantu dan menghiburkan mereka.

Bolehkah aku memberi tahu mengapa AKU megutus engkau ke dalam misi ini? Anak-KU, engkau adalah salah satu dari hanya sedikit- bahkan satu dari hanya sedikit – dari hamba-hamba-KU yang mau bekerja tanpa jaminan mendapatkan penghargaan jangka pendek banyak dari mereka cukup siap untuk memberi pada orang-orang yang berkekurangan, tidak berdaya, dan melarat. Namun, AKU jarang menemukan seseorang yang mau mengasihianak-anak-KU yang belum dewasa dan kurang berterima kasih, yang belum belajar untuk memberi pada orang yang telah memberi kepada mereka…..

Namun siapa yang mau merendahkan diri dan mengerjakan pekerjaan tanpa terima kasih untuk melayani para saudagar dan pemungut cukai?? Engkau adalah satu dari yang sedikit itu.

Bersiaplah, beberapa orang akan mempertanyakan berbagai pemberian berlimpah yang AKU akan segera limpahkan kepadamu di depan public. Ketika mereka mempertanyakannya, katakana saja bahwa semua ini adalah gagasan-KU, dan hal ini menyangkut beberapa proyek rahasia yang telah Kita kerjakan bersama. Jika mereka benar0benar terganggu karenanya, maka AKU akan dengan sangat senang hati mengajak mereka untuk bergabung didalamnya….

Dengan bangga,

Ayah

Selamat bekerja dalam proyek ini bersama Bapa..

What the most important of a class

Posted in DIARY on February 26, 2009 by bayu primasanti

What is the most important of a class? is it mark, quantity of students, statisfaction of both students and lecturer? This question have been hunting me since i’ve become lecturer. Today, i realize a value of a class lecturing.

After the class opening, suddenly a girl open the door, come with sad eye on her face. I pay my full attention on her without making any strange gesture until she sits on the very back row. ” God, it must be a proble with her, right?”, whisperly i ask. I ask her to come in front of class and explain something as my class homework. She stands up, walking through rows of other students and stand before them. She tries to explain something but no words can say. She doesn’t say anything instead of crying. “God, what should i do? I’ve never met a situation like this before”, whisperly i ask God.

I really know that the class also have a symphaty feeling to this girl. Therefore, i ask for class permission to take her out of the class and make a discussion with her for a while.  After the class allow me to go out, i and the girl make a private conversation. (firstly, because i don’t know what to do, i aks holy spirit to cover me and teach me what should i say to this broken heart girl). She’s still crying louder and louder before i ask her wheter something bad happen. She stops for a while and start saying something.

She say she wanna die for she can’t  carry the burden of her life. She feels everybody heats her, especially her family. She gives up for she can’t be understood by her closest people .

I just listen until she stops. Then, i say that there is just one person with whom we can surrender, that is God. Whatever we are, He will always accept us as His family.

Silent for a wile, she start saying. She convess’ that her relationship with God is in the bad condition. She feels she doesn’t need God anymore. How come? Once, her boyfriend, who is not believe in God, said to her that without God his sister still can reach a world happiness. So, what must be confused about. As a result, she leaves God.

At the end of her story, she asks me, “Miss, what should i do. I think God won’t allow be back. He must be heat me so”. Since i exactly know that the freedom is just in God’s words, i said, “Surrender to God only. Become deaf for world’s voice. Come back to God since He will always accept you in His rightousness”.

Silent for a while, she start smiling at me. (i really hope that smile refers to better feeling and becomes a sign that she will back to her Lord. “Oh, holy spirit, that is just You can heal her heart”, i pray).

After class, i take some times for self devotion. I was blind but now i see what is the most important of a class.

Learning without no-reason

Posted in Uncategorized on February 25, 2009 by bayu primasanti

Today, i follow english academic writing class in PCU. It’s a nice class with nice lecturer and nice classmates. They, my classmates, are lecturers too. Even, some of them have been mastered in their field proved by the degree they have had, such as S2, double S2, and doctor. And, one thing that make me shock is one of them is candidate of Petra english lecturer. This kind of class is inquiring me so. Why they, the experts, still have willingness to follow such a class (english class) like this. Don’t they have many things to do? Just compare with my own class (PSS class), the students of second smester said to me that they will be bored to be in class for a long time (2 hours).  

I don’t know, but i just believe that the process of learning can be successfully done just when there is willingness from our own to be there, to be processed, to listen, to ask, to contemplate, to find, without any kind of no-reasons.

Appreciate for my classmates (with age between 27-60), and i motivate to my student (age in range 19-20) to follow your learning process honestly and leave your no-reasons. Yes, we can!

Satu Bulan di Petra

Posted in Uncategorized on February 19, 2009 by bayu primasanti

Hari ini, 19 Februari 2009, tepat satu bulan saya bekerja di PCU atau Petra Christian University—sebuah universitas yang tidak saya duga akan menjadi pelabuhan saya dalam hal pekerjaan. Saya pikir, saya butuh merayakannya dengan Saudara. Let’s get the party!
Unimagined Plan
Pesta ini akan diawali dengan sebuah kekaguman saya atas rencana indah yang tak pernah terbayangkan oleh saya. Masih segar di benak saya, kata-kata bapak gembala saya bahwa suatu saat, dalam rangka memenuhi panggilan hidup kita, kita pasti akan dibawa ke tempat-tempat yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya. Saya pun tidak pernah membayangkan, tempatnya adalah di Petra, di Surabaya. But now, here I am.
Pertemuan dengan mahasiswi UGM angkatan 2005, adik PA saya—walaupun kenyataannya kami tidak pernah bertemu untuk PA melainkan membahas tugas-tugas kuliah, membawa saya mengenal Petra. Saya yakin, dia dipakai untuk mendorong saya memasukkan lamaran di universitas ini walaupun awalnya saya sama sekali tidak tau apa itu Petra, di mana, bagaimana, apa visinya, dsb.
Saya melakukan riset kecil mengenai universitas Petra, melamar, melalui lima kali tes, dan pada 19 Januari lalu menginjakkan kaki pertama kali di universitas ini sebagai pengajar. Hffffiiiiuuuuuhhhh….Saya tidak tahu harus mengungkapkan syukur dengan cara apa lagi oleh karena rencanaNya yang tidak pernah saya bayangkan ini.

Hari Pertama di Petra
Orang pertama yang saya temui di hari pertama saya adalah pak satpam. Anggukannya yang ramah dan tutur sapanya membuat saya berpikir bahwa universitas ini sangat ramah. Lalu saya melenggang masuk, menemui para pegawai di biro administrasi. Di tempat ini, mereka juga memberikan sambutan yang hangat kepada saya sebagai dosen baru. Setelah beramah tamah dan mengurus beberapa hal, saya menuju Fakultas Ilmu Komunikasi. Saya bertemu dengan bapak dekan dengan atmosfer penyambutan yang sama, ramah. Lalu saya diantar ke ruangan saya. Wow, it’s a beautiful place. Walaupun kecil, tapi sangat nyaman. Saya mulai duduk, berbenah dan berkenalan dengan dosen pertama yang saya temui. Dia masih muda, dua tahun di atas saya. For first impression, dia sangat cantik, menawan, fashionable, smart dan sangat ramah pada saya. Kami bercakap, makan bersama lalu mengikuti kebaktian universitas bersama.
Ini kebaktian universitas pertama yang sangat indah menurut saya. Ada seorang worship leader dengan suara sangat indah, tiga orang singer yang baru-baru ini saya ketahui sebagai pemilik suara terindah di universitas ini, pemain music yang sangat terampil dan pembicara yang hebat. Wow! The dream tim. Saya sangat bahagia dan bersyukur pada waktu itu. Betapa baik Kau Tuhan, telah membawaku ke tempat seperti ini.
Dua, tiga hari di universitas ini saya merasakan kegelisahan pribadi. Semakin banyak orang saya temui, semakin minder saya rasakan. Saya tidak melihat dosen atau mahasiswa dengan pakaian tidak baik di tempat ini (sangat berbeda dengan pemandangan saya di jogja, bersama anak-anak jalanan yang bajunya sebulan tidak dicuci. Oh, saya mencintai kalian. Saya rindu kalian). Semua Indah, semua bagus, semua tampak mahal. Saya merasa seperti berjalan di tengah mall besar. Dan setiap orang yang melihat saya, memandang dengan aneh, melihat dari atas ke bawah dengan tatapan penuh pertanyaan. Hahahaha….mungkin mereka pikir saya sales or whatever ya….
Saya bertahan dengan penampilan saya yang sederhana dan apa adanya—selain karena saya tidak membawa banyak baju dari jogja, saya juga bingung harus berpenampilan seperti apa. Coba ada ibuk atau Krisma, sahabatku, pasti mereka bisa mengarahkan saya.
Benar apa yang saya khawatirkan. Beberapa hari masuk kerja, beberapa kali pula saya mendapat teguran—secara langsung maupun tidak—tentang penampilan. Saya sempat melakukan eksperimen kecil. Saya berjalan dengan pakaian rapi di depan beberapa orang, dan, karena mereka tahu saya dosen, gestur mereka menunjukkan rasa hormat. Lalu sore-sore saya pergi ke kampus dengan memakai celana pendek, sandal jepit, dan topi. Saya menyapa mereka, tapi mereka berubah menjadi acuh karena tidak mengenali saya lagi. Wew! Demikian berperankah penampilan? Saya sempat bingung sampai kemudian saya yakin, bahwa diri, wajah, tubuh, penampilan, dan hati saya digambar menurut citraNya. Hah, walaupun akhirnya potong rambut (ini juga karena panas Surabaya), dan membeli celana baru (yang cukup menguras isi kantong), saya tetap ingin menjadi seperti gambar diri saya. Performance doesn’t mean everything, jut one way to present your image.
Sebulan di Petra
Sebulan telah berlalu. Dengan segala kekurangan dan kelebihannya, saya sangat bersyukur berada di tempat ini untuk bekerja dan melayani jiwa-jiwa muda dan rekan-rekan sekerja. Saat menengok ke belakang, saya sadar, perjalanan masih sangat panjang; perjuangan memang belum kentara. Saya jadi ingat kata Pak Ayub, “Kamu akan menjadi seperti Debora”. Ah, saya yang lemah ini? Tidak mungkin tanpa kasih karuniaMu, Tuhan.

Happy New Year

Posted in Uncategorized on February 19, 2009 by bayu primasanti

Happy New Year,
Tampaknya ini frasa yang paling tepat untuk membuka tulisan ini. Lazimnya, tahun baru adalah awal tahun masehi yang jatuh pada 1 Januari setiap tahunnya. Namun, bagi saya yang sok nyleneh ini, tahun baru merupakan momen penting yang menandai berpindahnya kita dari suatu keadaan tertentu di masa lampau menuju ke keadaan tertentu di masa kini. Tentunya perubahan ini merupakan perubahan yang spektakuler, bukan secara kuantitas melainkan kualitasnya. Konsep nyleneh inilah yang membuat saya belum mengganggap tahun baru pada 1 Januari 2009 lalu sebagai tahun baru saya. Pada hari itu saya belum merasakan perubahan keadaan dari diri saya yang berstatus stagnan sejak kelulusan bulan Mei 2008 silam. Di benak saya, tahun baru saya belum datang.
Pohon-pohon zaitun saya kering dan pohon ara saya sama sekali tidak berbuah. Saya bergumul dengan berat untuk bisa memahami apa yang harus saya pelajari dari kondisi stagnan waktu itu. Beberapa kali saya bertanya kepada bapak gembala saya, “Pak, kapan titik balik saya tiba? Saya memerlukannya!”. Dari setiap diskusi dan doa kami, ada satu hal yang membuat saya yakin, yakni bahwa panggilanNya tidak pernah dibatalkan. Sejak saat itulah saya berpikir harus mengerjakan bagian pekerjaan yang dipercayakan kepada saya walaupun saya tidak suka. Selama menjalani bulan-bulan yang berat , sambil menyaksikan satu per satu teman saya naik daun saya melakukannya dan berusaha setia.
Dua belas Januari 2009: beberapa bulan setelah saya menyadari bahwa saya sedang menunggu tahun baru yang tak kunjung tiba. Pagi menjelang siang, saya menulis di blog, curahan hati, berjudul Be Patience. Dalam tulisan itu, saya memaparkan apa yang saya dapat dalam proses menunggu tahun baru datang. Sambil menulis, saya terus bersyukur karena selalu dikuatkan untuk menjalani masa-masa yang berat ini. Beberapa menit setelah saya menuliskannya, handphone bordering. ……
Selamat tahun baru, Prima. Selamat memasuki tahunmu yang baru. Kira-kira, demikianlah saya mengitepretasikan pesan dari seberang.
Terima kasih, Tuhan. Setelah melalu perjalanan yang menurut saya panjang dan sulit, akhirnya tiba juga di tahun baru, padang rumput yang lain dari sebelumnya, dan (saya tau) ada perkara dan tantangan baru yang Engkau mau aku melewatinya.

Happy New Year!

PENGANTAR STATISTIK SOSIAL

Posted in COMMUNICATION LECTURES on February 18, 2009 by bayu primasanti

UNIVERSITAS KRISTEN PETRA
FAKULTAS ILMU KOMUNIKASI
JURUSAN ILMU KOMUNIKASI

DESKRIPSI MATERI
NOVAK : IK4223
Mata Kuliah : Pengantar Statistik Sosial
Beban Kredit : 3 (tiga) SKS
Prasyarat : ————-

DESKRIPSI DOSEN PENGAMPU

DESKRIPSI PERKULIAHAN
Mata kuliah Pengantar Statistik Sosial merupakan salah satu mata kuliah wajib fakultas di jurusan ilmu komunikasi. Pengajaran mata kuliah ini bertujuan untuk membantu mahasiswa memahami pengertian dasar mengenai statistik sosial yang bersifat terapan-bukan teoritis atau matematis. Selain itu, dalam mata kuliah ini, mahasiswa didorong untuk dapat melakukan penerapan statistik secara praktis menggunakan program komputer untuk mengolah data dari lapangan. Topik bahasan meliputi pengertian dan konsep-konsep dalam statistik terapan, metode dan teknik analisis statistika menggunakan progam komputer, serta petunjuk pelaksanaan hingga pelaksanaannya di lapangan.

KOMPETENSI YANG AKAN DICAPAI:
Kompetensi (akademik) yang hendak dicapai melalui perkuliahan ini adalah:
1. Penguasaan konseptual teoritik mengenai statistika untuk ilmu-ilmu sosial
2. Kemampuan dasar berpikir komprehensif dalam memahami penerapan statistika dalam ilmu-ilmu sosial
3. Kemampuan dalam menggunakan metode-metode statistika dalam menganalisis fenomena-fenomena sosial

MATERI POKOK
Materi-materi pokok yang disajikan dalam perkuliahan ini adalah:
1. Konsep-konsep dasar dalam statistik sosial
2. Pengukuran dan teknik analisis statistik dalam ilmu-ilmu sosial
3. Pemilihan dan Penerapan statistik sosial dalam berbagai kasus

TUJUAN
Perkuliahan ini bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk:
1. Mempelajari dan mengerti konsep-konsep dasar dalam statistika sosial
2. Mampu melakukan pemilihan teknik analisis statistik sosial untuk kasus-kasus tertentu
3. Mampu menerapkan teknik analisis statistik sosial dalam riset mini

PERSYARATAN UNTUK MENGIKUTI KULIAH INI
Mahasiswa yang mengikuti mata kuliah ini adalah mereka yang minimal duduk di semester dua dan berkomitmen untuk mengikuti perkuliahan dengan sungguh-sungguh.

LITERATUR
Ada beberapa buku teks utama yang dapat menjadi acuan dalam mata kuliah ini:

Hakim, Abdul dan Srikandi Kumadji. (1997). Pengantar Statistika: Panduan Mahasiswa. Surabaya: Karya Anak Bangsa

Gonic, Larry and Woollcott Smith (Tri Pujanarto: penerjemah). (2002). Kartun Statistik. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia

Jackson, Sherri L. (2006). Research Methods and Statistics 2e: Critical Thinking Approach. USA: Thomson Wadsworth

_________. (2003). 10 Model Penelitian dan Pengolahannya dengan SPSS 10.01. Yogyakarta: Penerbit Andi

Siegel, Sydney. (1986). Statistik Nonparametrik untuk Ilmu-Ilmu Sosial. Jakarta: PT Gramedia

Supranto, J. (2000). Statistik: Teori dan Aplikasi (Edisi ke-6, jilid 1). Jakarta: Erlangga
Hayes, Andrew F. (2005). Statistical Methods for Communication Science. New Jersey: Lawrence Erlbaum Associates Publishers.

EVALUASI

Taksonomi Bloom
Dalam melaksanakan evaluasi proses pencapaian tujuan pendidikan, perkuliahan ini akan menggunakan Taksonomi Bloom (Benjamin Bloom, 1956) yang terdiri atas enam tataran, yaitu:
1. Knowledge
Proses mengingat materi yang dipelajari sebelumnya, tersebar dari fakta spesifik hingga teori yang lengkap.
Contoh pertanyaan:
- Definisikan arti statistika!
- Deskripsikan makna statistika dalam ilmu-ilmu sosial!
2. Comprehension
Kemampuan untuk menangkap makna dari materi yang dipelajari, mencakup penerjemahan materi dari bentuk satu ke lainnya (misal: dari kata ke angka), penginterpretasian materi (misal: menjelaskan atau merangkum) dan menduga kecenderungan masa depan (misal: memprediksi konsekuensi atau dampak).
Contoh pertanyaan:
- Jelaskan perbedaan antara statistik dan statistika!
- Simpulkan persyaratan data yang baik!
3. Application
Kemampuan untuk menggunakan materi dalam situasi baru dan konkret, mencakup penerapan aturan (rules), metoda, konsep, prinsip, hukum dan teori.
Contoh pertanyaan:

  • Buatlah laporan mengenai iklan yang paling digemari oleh penonton televisi menggunakan salah satu teknik statistik yang tepat.

4. Analysis
Kemampuan untuk menjabarkan materi ke dalam bagian-bagian yang lebih kecil/spesifik, sehingga struktur aslinya dapat lebih dipahami. Termasuk di dalamnya adalah identifikasi bagian, analisis hubungan antar bagian dan pengenalan terhadap prinsip organisasi yang terlibat di dalamnya. Secara prinsip, dibutuhkan kemampuan yang tinggi untuk memahami isi (content) dan struktur (structural form) dari materi yang dipelajari.
Contoh pertanyaan:

  • Apakah tujuan dari penggunaan teknik statistik korelasi dalam penelitian di bawah ini?

5. Synthesis
Kemampuan untuk menempatkan bagian demi bagian secara bersama agar dapat menyajikan sesuatu yang sama sekali baru. Termasuk di dalamnya adalah membuat komunikasi yang unik (misal: tema atau pidato), perencanaan operasi (misal: proposal penelitian) atau serangkaian hubungan abstrak (misal: skema untuk mengklasifikasi informasi). Hasil pembelajaran pada tataran ini menekankan pada perilaku kreatif dengan penekanan utama pada pembentukan pola atau struktur baru.
Contoh pertanyaan:

  • Jika tidak ada orang lain yang tahu, bagaimana Anda bisa mengetahuinya?
  • Dapatkah Anda membangun sebuah cara baru?
  • Buatlah …
  • Apa yang akan Anda lakukan jika…?

6. Evaluation
Memperhatikan kemampuan memutuskan nilai dari materi pembelajaran untuk sebuah tujuan tertentu (sesuai kriteria penilaian). Pilihan keputusan harus berbasis pada kriteria yang pasti (misal: relevansi terhadap tujuan) dan mahasiswa dapat menggunakan kriteria yang ada atau menetapkan sendiri kriteria tersebut.
Hasil pembelajaran pada tataran ini merupakan yang tertinggi dari hirarkhi kognitif karena mengandung elemen dari seluruh tataran lainnya ditambah kemampuan mengambil keputusan secara sadar (conscious value judgements) berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan secara jernih.
Contoh pertanyaan:
o Bagaimanakah interpretasi dari hasil pengolahan data melalui teknik analisis ini?
o Dengan alasan apa Anda memilih teknik analisis ini….?

Komposisi Nilai
1. Tugas Mingguan (4 tugas) : 20 %
2. Kehadiran/Partisipasi : 10%
3. UTS : 30 %
4. UAS : 40 %
(Tugas lapangan, presentasi, diskusi)

Nilai akhir mahasiswa bergantung pada hasil total evaluasi tersebut di atas. Tidak ada tugas lain untuk memperbaiki nilai yang diperoleh dari total evaluasi. UTS akan dilaksanakan dengan sistem ujian tulis (tentatif) namun Ujian Akhir Semester akan dinilai dari hasil praktek lapangan dan presentasi mulai dari pertemuan ke-10 sampai akhir perkuliahan (waktu tentatif). Dalam mata kuliah ini tidak ada tugas, tes, maupun ujian susulan, kecuali untuk alasan sakit (dengan surat keterangan dokter).

Aspek Penilaian
Unsur Penilaian Skor Maksimal Presentase

Pemahaman Tugas/ Quiz 200 10%
UTS 300 30 %
Kemampuan Praktis UAS
Praktek penerapan statistsik
200 30%
Kemampuan Presentasi UAS
Penyajian Laporan Hasil analisis statisik 100 10%
Kemampuan mempresentasikan laporan, keaktifan diskusi, dan menjawab pertanyaan yang muncul 100 10%
Partisipasi Kelas Jumlah kehadiran dalam perkuliahan (mak. 4 kali absen) 100 10%
Jumlah 1000 100%

Evaluasi dilakukan pada hasil pengumpulan poin oleh masing-masing mahasiswa, yang hasil akhirnya ditentukan sebagai berikut:
- Nilai A untuk > = 800 point (80%)
- Nilai B untuk 700-799 point (70-79%)
- Nilai C untuk 600-699 point (60-69%)
- Nilai D untuk 400-599 point (40-59%)
- Kurang dari 400 dianggap tidak lengkap/ tidak lulus
Kehadiran/Partisipasi
Mengingat materi perkuliahan yang berkesinambungan dan membutuhkan partisipasi aktif para peserta baik individual maupun kelompok, kehadiran mahasiswa dalam setiap pertemuan sangatlah penting. Nilai 10 (lima) persen untuk partisipasi mahasiswa diberikan sebagai berikut:

Jumlah Ketidakhadiran (absen) Nilai Kehadiran
0 kali
1 kali
2 kali
3 kali
4 kali
5 kali 10 %
8 %
6 %
4 %
2 %
0 % dan Tidak boleh mengikuti UAS

TUGAS, UTS, dan UAS
Materi Tugas 1-4 ditujukan untuk menguji pemahaman mahasiswa atas konsep dan teori yang telah dipelajari. Materi UTS berasal dari pertemuan 1 sampai dengan 7. Ujian Akhir Semester akan diganti dengan proyek penerapan statistik di lapangan serta presentasi dan diskusi dari minggu ke 13 sampai akhir perkuliahan (waktu tentatif).

PERATURAN KELAS
1. Mahasiswa TIDAK DIPERKENANKAN mengikuti aktivitas perkuliahan, tugas, dan ujian jika:

  • Terlambat hadir maksimal 20 menit dari waktu yang telah ditentukan.
  • Terlambat hadir lebih dari 30 menit untuk tes dan ujian.
  • Memakai sandal (sepatu atau sandal sepatu diperbolehkan)
  • Tidak berpakaian sebagaimana ketentuan perkuliahan yang berlaku di UK Petra.

2. Mahasiswa TIDAK DIPERKENANKAN mengikuti UAS jika kehadiran kurang dari 75% pertemuan matakuliah.
3. Kecurangan dalam bentuk apa pun ketika tes dan ujian menyebabkan mahasiswa secara langsung memperoleh Nilai E.
4. Pada saat perkuliahan berlangsung, handphone harus disilent atau dimatikan agar tidak mengganggu perkuliahan.

DISTRIBUSI WAKTU DALAM SETIAP JENIS PROGRAM PEMBELAJARAN
No Jenis Program Jumlah Program Jumlah Jam Keterangan
1. Kuliah (ceramah tatap muka) 9 13,5 jam Menjelaskan konsep dasar
2. Tugas Mingguan 4 4 jam Evaluasi pembelajaran
3. Praktek 3 7,5 Penerapan statistik dengan komputer
4. Proyek Penerapan Statistik 4 10 jam Membentuk kemampuan mahasiswa dalam menggunakan metode statistik dalam kehidupan nyata, menyajikan laporan penelitian yang telah mereka susun, mengembangkan diskusi.
5. Ujian Tengah Semester 1 - Evaluasi pemahaman konsep dasar statistik sosial

Jumlah 35

NO WAKTU ENTRY SKILL MATERI KOMPETENSI PENILAIAN
SESI BLN TGL TUJUAN BAHAN KAJIAN BENTUK PEMBELAJARAN DI LUAR KLS KRITERIA BOBOT
1 1 FEB 16
17
18 Pemahaman mata kuliah Mengenal mata kuliah, kontrak perkuliahan Gambaran singkat mata kuliah pengantar statistik sosial
Seminar &
diskusi
Bacaan: SAP Mengenal mata kuliah yang akan diajarkan
(PSS)
2 2 FEB 24
25
26 Pengarahan kepada statistic sosial Mengenal dan memahami makna statistik bagi ilmu-ilmu sosial - Arti dan kegunaan statistika
- Peran dan kesulitan statistika dalam ilmu-ilmu sosial
- Persiapan data untuk analisis statistik
Seminar
&
diskusi Bacaan: konsep-konsep Pemahaman mengenai konsep-konsep dalam statistik sosial
3 3 MAR 3
4
5 Format-format statistik sosial Mengenal dan memahami format-format statistik sosial tertentu - Statistik deskriptif
- Statistik inferensial
Seminar
&
diskusi Bacaan: konsep-konsep Pemahaman format-format statistik sosial
4 4 MAR 10
11
12 Distribusi Frekuensi I Mengenal dan memahami Konsep-konsep dalam distribusi frekuensi - Jenis-jenis distribusi frekuensi
- Menyusun Distribusi Frekuensi
- Bagian-bagian dalam distribusi frekuensi
(distribusi frekuensi relative, persentase, komulatif, kurang dari, lebih dari)
Seminar & diskusi Bacaan: konsep-konsep Pemahaman tentang distribusi frekuensi
Tugas I Materi pertemuan 1-4 Penguasaan materi sesi 1-4 5%
5 5 MAR 17
18
19 Distribusi Frekuensi II Dapat menyajikan data dalam berbagai bentuk distribusi frekuensi - Histogram
- Poligon frekuensi
- Ogive
- Kurva Seminar & praktek Tugas2 Skill menyajikan data dalam berbagai bentuk distribusi frekuensi
5%
6 6 MAR 24
25
26 Pemahaman Tendensi Sentral I Memiliki pemahaman terhadap Ukuran Statistis yang Menggambarkan Gejala Pengelompokan Data (measures of central tendency)
I - Rata-rata hitung
- Rata-rata hitung berbobot
- Rata-rata ukur
- Median
- Kuartil
- Desil
- Persentil
- Modus Seminar & Praktek Bacaan: konsep-konsep dan cara penerapan tendensi sentral Pemahaman dan penerapan Tendensi Sentral
7 7 APR 31
1
2 Pemahaman Tendensi sentral II (lanjutan) Ukuran Statistis yang Menggambarkan Keseragaman Data (Measures of Variation or Dispertion)

Dan

Ukuran Statistis yang Menggambarkan Kecondongan dan Keruncingan Distribusi
- Varians
- Simpangan baku
- Koefisien variasi
- Rentang antarkuartil
- Indeks variasi kualitatif
Dan

- Bentuk-Bentuk Distribusi
- Ukuran kecondongan
- Ukuran keruncingan Seminar dan praktek Tugas 3 Pemahaman dan penerapan tendensi sentral lanjutan 5%
8 8 APR 14
-
22 Ujian Tengah Semester 30%
9 9 APR 28
29
30 Pemamahan tentang teori probabilitas dan beberapa teknik analisis statistik Mengerti dan dapat menggunakan taraf signifikansi
Dan teknik-teknik analisis statistik Teori Probabilitas:
taraf signifikansi

Pengujian hipotesis perbedaan sifat dan kemampuan (t-test)

Pengujian hipotesis perbedaan frekuensi (chi-square) Ceramah & praktek Bacaan: konsep dan praktek Pemahaman dan kemampuan menerapkan teknik analisis dalam kuliah sesi ini
10 10 MEI 5
6
7 Pemahaman teknik analisis statistik Mengerti dan dapat menggunakan
teknik-teknik analisis statistik Pengujian Hipotesis Korelasi Tunggal I
Product moment

Pengujian Hipotesis Korelasi Tunggal II
Rank spearman

Pengujian Hipotesis Korelasi Tunggal III
Koefisien kontingensi Ceramah & praktek Bacaan: konsep dan praktek

Tugas 4 Pemahaman dan kemampuan menerapkan teknik analisis dalam kuliah sesi ini 5%
11 11 MEI 12
13
14

PRAKTEK DAN PRESENTASI PROYEK UNTUK UJIAN AKHIR SEMESTER 40%
12 12 MEI 19
20
23
13 13 MEI 26
27
28
14 14 JUN 2
3
4
15 15 JUN 9
10
11

Poin-Poin Diskusi

Pokok Bahasan
I Pengantar
1. Pembahasan arti penting perkuliahan
2. Pembahasan SAP
3. Pembahasan buku pegangan
4. Pembahasan sistem penilaian
5. Pembahasan aturan main perkuliahan
II Pengantar ke arah Statistik Sosial
- Arti dan kegunaan statistika
- Peran dan kesulitan statistik untuk ilmu-ilmu social dan dalam penelitian social
Persiapan-Persiapan Data untuk Analisis Statistic
- Arti Data
- Pengumpulan Data
- Pengolahan Data
- Pengukuran
III Format-Format Statistik Sosial
- Format statistic deskriptif
- Format statistic inferensial
IV Distribusi Frekuensi I
- Jenis-jenis distribusi frekuensi
- Menyusun Distribusi Frekuensi
- Bagian-bagian dalam distribusi frekuensi
- (distribusi frekuensi relative, persentase, komulatif, kurang dari, lebih dari)
V Distribusi Frekuensi II
- Histogram,
- Polygon Frekuensi
- Ogive
VI Tendensi Sentral I
1. Ukuran Statistis yang Menggambarkan Gejala Pengelompokan Data (measures of central tendency)
- Rata-rata hitung
- Rata-rata hitung berbobot
- Rata-rata ukur
- Median
- Kuartil
- Desil
- Persentil
- Modus
VII Tendensi Sentral II
2. Ukuran Statistis yang Menggambarkan Keseragaman Data (Measures of Variation or Dispertion)
- Range
- Varians
- Simpangan baku
- Koefisien variasi
- Rentang antarkuartil
- Indeks variasi kualitatif
-
3. Ukuran Statistis yang Menggambarkan Kecondongan dan Keruncingan Distribusi
- Bentuk-Bentuk Distribusi
- Ukuran kecondongan
- Ukuran keruncingan
VIII Ujian Tengah Semester
IX Teori Probabilitas dan Teknik Analisis
taraf signifikansi
Pengujian Hipotesis Perbedaan Sifat dan Kemampuan
- t-test
- Pembahasan kasus t-test
Pengujian Hipotesis Perbedaan Frekuensi
- Chi kuadrat
- Pembahasan kasus chi kuadrat
X Teknik Analisis

Pengujian Hipotesis Korelasi Tunggal I
- Teknik korelasi product moment
- Pembahasan kasus product moment
Pengujian Hipotesis Korelasi Tunggal II
- Teknik Rank Spearman
Pengujian Hipotesis Korelasi Tunggal III
- Teknik korelasi contingency
- Pembahasan kasus contigency