Tentang Aku

Standard

Aku gadis biasa saja, setidaknya menurutku. Secara fisik aku tidak cantik, tubuhku bulat pendek, ehmm…orang menyebutku bantat; pipiku bulat menutup seluruh tulang-tulangnya; bibir tebal (sudah agak berubah sejak kecelakaan itu); gigiku tidak beraturan, bahkan jumlah dan strukturnya tak sempurna (setelah kejadian yang sama); hidungku apalagi, kalau sudah bicara tentang bagian ini, orang-orang mengusik kePDanku, si hidung lebar besar atau terkenal dengan Mbendol; tidak berpinggang, paha besar, rambut hitam bergelombang (syukur, bekas-bekas keriting masa kecil sudah tidak kentara lagi); pokoknya tidak terlalu menarik, cukupan lah kalau untuk dilihat dengan mata telanjang; lagi pula aku juga tidak pintar berhias diri (bahkan cenderung tidak memperhatikan diriku). Tapi taukah Anda, aku sangat bangga dengan diriku ini. Aku akan dengan senang hati menolak jika suatu saat ada orang yang akan membiayai operasi plastic untuk pipi, hidung, bibir, dll yang mereka anggap tidak sempurna, kurang pas. Anda tahu, bagiku, tubuh ini paling sempurna…aku sangat bangga memilikinya.

Secara mental aku tergolong orang yang bermental baja. Hmmm…yah, mungkin ini pengaruh didikan ibu dan ayahku yang juga dididik orang tuanya ala militer. Aku ingat semasa kecil, kalau aku tidak mau naik ke atas penggung untuk menyanyi atau melakukan hal-hal yang waktu itu aku benci! – Swear! Aku benar-benar benci melakukannya – aku akan mendapat dampratan dan cubitan mematikan di pahaku. Kuceritakan pada Anda, aku juga pernah ikut lomba synopsis dan karena tulisanku jelek, aku diminta ibu mengulang sebanyak 100 kali lembar folio…sampai tulisannya bagus (setelah air mata semalam suntuk itu, paginya aku mendapat juara I). Hah….Hfiuuuhhh…baru-baru ini aku sadar, semua itu membentuk mentalku sekuat baja. Prinsipku adalah tidak akan menyerah pada apa pun juga sebelum mencoba semua usaha yang aku bisa. Begitulah, aku menjadi gadis dengan segudang ambisi. Keras kepala. Nekat. Berani berbuat bodoh dan menanggung segala resikonya, termasuk dengan peluh, tangis, dan darah. Risk Taker. Suka mempelajari hal baru; dan kalau sudah tertarik terhadap sesuatu aku akan kejar sampai ke ujung bumi. Aku memegang teguh prinsipku dan tidak bersedia menukarkannya dengan apa pun juga.

Dulu semua karakter itu membawaku pada sebuah tujuan: keberhasilan cita-citaku, kemegahan diri. Tapi setelah aku mengenal Bapaku dan hidup bersamanya, tujuanku digantikan dengan tujuanNya. Dia membuat tujuan hidupku berubah dan mengubah karakter itu menjadi seperti karakterNya. Begitulah aku saat ini dan sampai selama lamanya adalah milikNya…dan hubungan ini tidak akan kutukar dengan apa pun.

Nah, soal perasaan, aku memang termasuk orang yang sangat perasa. Tunggu, biar kuilustrasikan untuk Anda. Ehm…seumpama Anda sedang menggunakan sabun, Anda tiup sabun itu, pasti akan menggelembung, jika Anda menjaganya, dia tetap pada bentuknya, namun jika Anda sentuh agak keras, dia akan pecah. Atau selembar tisu, jika Anda menggosokkannya terlalu keras, Anda akan mendapati tisu itu robek. Aku agak alergi dengan bentakan, kata-kata kasar dan kotor (misalnya: wedus, asu, bajingan, bajigur, sialan, kampret, dan teman-temannya), kalau mendengar orang mengatakannya, seperti merasakan pisau yang ditarik tipis diatas telapak tanganku, perih…

Yah, inilah aku, aku yang bodoh tapi selalu ingin belajar. Aku yang adalah milikNya seutuhnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s