Siapa Takut?

Standard

Berada dalam posisi ini berkali-kali membuatku belajar sesuatu kepastian: kita ini hanya alat untuk melakukan pekerjaanNya.

Dan itu indah banget!

Dimulai dari surprise yang diberikan di hari selasa kemarin, lalu kekhawatiran di hari selanjutnya (Hmmm…mampukah aku?), kemudian peneguhanNya dengan cerita 5 roti dan 2 ikan, dan munculnya dua tokoh dalam hidupku pagi ini.

YOSUA

Yosua dipilih untuk menggantikan Musa mempimpin Bangsa Israel menuju tanah Kanaan. Hmmmm…Membaca Yosua, kita akan menemukan berkali-kali dia dipakai Tuhan untuk memukul mundur bangsa-bangsa yang ada di tanah Kanaan sampai bangsa terbesar dan raja-rajanya sekalipun ditaklukkan. Hehe…

Kalau melihat karya ini, Yosua pasti orang yang luar biasa. he….

Tapi siapa sih Yosua itu? walah, dia ternyata orang biasa saja.

Di balik gilang gemilang kemenangannya, ada sebuah rahasia yang Yosua mau ceritakan pada kita tentang kemenangannya. Ini dia:

Berfirmanlah Tuhan kepada Yosua: “Janganlah takut kepada mereka, sebab Aku menyerahkan mereka kepadamu. Tidak seorang pun dari mereka yang akan dapat bertahan menghadapi engkau. Yosua 10: 8

Wuik, ternyata, Allah yang mengerjakan kemenangan itu melalui Yosua.

Hmmmm….Allah seperti apa Dia!

Ketika membuka renungan, ketemu lagi dengan satu tokoh Alkitab yang sangat terkenal:

DAUD

Ehm…enggak sempat membaca banyak tentang tulisannya pagi ini. Hampir sama dengan Yosua, sebagai Raja Israel, Daud mendapat karunia yang sangat luar biasa. Nah, ternyata dia juga punya kunci. Pagi ini dia membuka rahasianya itu kepadaku. Ini katanya:

Dengan Allah akan kita lakukan perbuatan perbuatan gagah perkasa, sebab, Ia sendiri akan menginjak-injak para lawan kita. Mzm 60: 14

Pertanyaannya, kenapa Allah tidak langsung melakukan perbuatan besar itu sendiri? Dia kan Allah? Kenapa harus menggunakan orang lain sebagai alat? Kenapa tidak langsung saja membuat bangsa-bangsa itu sakit kek, panuan kek, gatal-gatal kek…kenapa justru menghadapkan Yosua dan Daud pada bangsa-bangsa yang kuat?

Hmmmm….such an illogical thing i think.

Hehehehehehe…..tapi….

Tapi cerita itu akhirnya disejarahkan dan dituliskan dalam alkitab. Akhirnya tadi pagi aku membaca cerita itu. Akhirnya muncul pertanyaan “kenapa” yang banyak sekali dalam benakku. Dan akhirnya aku menemukan bahwa Dia menggunakan orang-orang lemah namun takut akan Dia untuk menjadi alatNya. Akhirnya aku menyadari, aku ini juga orang lemah, dan aku ingin takut akan Dia. Akhirnya Dia ingin menunjukkan kepadaku: aku ini hanya alat, aku tidak perlu takut karena Dia yang mengerjakan semua itu bagiku. JanjiNya yang telah digenapi dalah hidup Yosua dan Daud, itu juga yang telah aku terima.

Wuah……

Besok aku berangkat, Bapa. Dengan 513 talenta saja. Dengan mata yang sangat mengantuk dan sedikit lelah karena semalaman latihan. Dengan segala kelemahan ini, aku melihat kemenangan yang dari padaMu.

Terima kasih untuk penguatanMu pagi ini bagiku. Aku mengerti kenapa hikmat itu datang pagi ini, satu hari sebelum aku pergi.

Karena aku berangkat karena Engkau, dengan Engkau, dan bagi Engkau.

Thanks for this restately wisdom, Dad.

I Love U so

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s