KEMENANGAN IMAN

Standard

(dibawakan dalam safari PSKK di SMA N 2 Klaten)

Iman tanpa perbuatan adalah sia-sia

Yohanes 2: 1-25 (11)

Hal itu dibuat Yesus di Kana yang di Galilea, sebagai yang pertama dari tanda-tandaNya dan dengan itu Ia telah menyatakan kemuliaanNya, dan murid-muridNya percaya kepadaNya.

Dalam cerita tersebut Yesus dan murid-muridNya diundang dalam pesta perkawinan di Kana yang ada di Galilea. Ibu Yesus, Maria, juga ada di situ. Suasana di sana sangat ramai—banyak pelayan—tampaknya pesta seorang yang kaya. Pesta dalam perjanjian baru berbeda dengan pesta-pesta perkawinan di perjanjian lama. Pesta di PB adalah pesta yang cair dan penuh sukacita; sedangkan di perjanjian lama lebih kaku dan sangat formal. (Lihat Imamat)

Ada persoalan yang timbul dalam pesta itu—dan itu berpotensi untuk memalukan pemilik rumah. Mereka kekurangan anggur. Anggur dalam pesta-pesta pada masa itu merupakan sajian yang “selayaknya ada/ harus ada/ krusial/ penting” untuk menghormati tamu-tamunya. Dari peristiwa ini, kita akan menelisik ada apa di balik tindakan Maria menghadapi situasi ini.

Ayat 3b mengatakan : Ibu Yesus mengatakan kepadaNya, “Mereka kekurangan anggur”. Maria mengajukan permintaan kepada Yesus dengan cara implisit. Ya…hanya seperti mengobrol atau memberi tau sesuatu yang menimpa orang lain. Sesungguhnya Maria begitu rindu Yesus melakukan sesuatu.

Ingat cerita bagaimana Maria mendapat janji ketika dia harus mengandung Yesus—padahal ia belum menikah? (Lukas 29). Selama 30 tahun maria berharap sesuatu terjadi terhadap anaknya. Maria Menunggu penggenapan janji yang diberikan Allah kepadanya. Tapi tidak, selama 30 tahun itu, Yesus tumbuh dan berkembang seperti layaknya manusia biasa. Dia merangkak, menangis, bahkan sampai mengikuti jejak ayahnya, menjadi tukang kayu. Seharusnya Maria mempertanyakan semua ini, bayangkan selama 30 dan ia tidak melihat tanda apapun. Oke, tapi Maria memilih hal lain: Iman! Dia setia terhadap imannya dan janji Allah yang diberikan kepadanya. Oleh karena itu, setiap ada peristiwa penting, dia selalu membicarakannya dengan Yesus dan berharap Dia melakukan sesuatu. Bukankah ini sama dengan kita? Kita juga sering menunggu dan berhadap akan mujizat Tuhan, tapi tak kunjung jua datang?

Mari kita lihat jawaban Yesus. Ayat 4 mengatakan: kata Yesus kepadanya, “Mau apakah Engkau dari padaku, Ibu? Saatku belum tiba”. Bahkan kepada ibunya, Yesus mengatakan “waktu Allah tidak sama dengan waktu manusia”. Alasan yang Yesus kemukakan, yang utama adalah bahwa waktunya akan datang; yakni ketika Allah menghendakinya. Jika menurut waktu manusia, mungkin mujizat itu akan terasa biasa saja, wajar, karena kita memintanya; namun jika itu datang dari Allah, dia mengandung kemenangan.

Lihat, apa yang dilakukan Maria. Dia menunjukkan imannya yang sungguh tangguh. Dia sudah mendengar sendiri dari mulut Yesus, bahwa Dia belum akan melakukan mujizat itu; namun Maria mengimani semua yang baik akan terjadi. Oleh karena itu, Maria tidak protes, tidak marah, namun melakukan sesuatu yang bijaksana: mempersiapkan segalanya seperti ketika dia hendak menerima atau melihat mujizat. Ayat yang kelima: Tetapi ibu Yesus berkata kepada para pelayan-pelayan, “Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu”. Ya, dia tidak melakukan hal lain, atau menyuruh pelayan membeli anggur baru. Tapi dia mempersiapkan para pelayan untuk menerima perintah Yesus—Yesus dapat menggunakan bermacam cara untuk menyatakan kemuliaanNya. Kenapa ibu Yesus begitu yakin? Dia tahu siapa Yesus, dan ingat dia menantikan janji imannya. Karena itu dia selalu siap menanti Allah melakukan sesuatu.

Datang kepada Yesus dan mempersiapkan diri untuk sesuatu yang indah. Tidak pernah kehilangan rasa percaya karena keadaannya.

Lalu apa yang dilakukan Yesus. Da menyuruh pelayan-pelayan itu mengisi tempayan-tempayan dengan air. Menyuruh mereka mengaduknya dan membawanya kepada pemimpin pesta (ayat 6, 7, 8). Perintah yang aneh bukan? Coba kita lihat dari sisi apa para pelayan layak menolak perintah ini: ya, perintah ini sulit dimengerti; dan mengandung resiko—bagaimana jika yang dicecap pemimpin pesta itu benar-benar air, bukan anggur. Wah.. para pelayan akan dengan mudah kehilangan pekerjaan mereka: dipecat. Ingat, pelayan di jaman itu dibeli, dan dia harus taat dan tunduk kepada tuannya. Tapi mereka ingat pesan Maria—yang mungkin pada waktu itu menjadi orang yang punya pengaruh. Mereka melakukannya persis seperti yang diperintahkan Yesus. Mereka taat sebagai hamba.

Melalui ketaatan para pelayan itu, lihat mujizat apa yang terjadi? (Ayat 9). Pemimpin pesta itu takjub. Ia tidak tahu dari mana datangnya anggur itu, tetapi pelayan-pelayan, ibu Yesus dan murid-muridNya, mengetahuinya.

Tanda yang pertama ini justru dibuat oleh Yesus kepada para pelayan-pelayan, dalam sebuah pesta pernikahan. Dan dengan itu, Dia telah menyatakan kemuliaanNya.

Jadi, Saudara, inilah kemenangan iman.

Kita sudah menerima Janji Tuhan

Kadang janji itu mengandung hal yang: tidak kita mengerti dan beresiko tinggi

Tapi jangan kehilangan percaya

Persiapkanlah segalanya persis seolah kita akan menerima mujizat itu

Lakukan apa yang Yesus katakan melalui firmanNya

Terimalah kemenangan iman bagimu.

Semakin besar resiko yang kita mau ambil, semakin nyata kemenangan iman yang Yesus berikan. Ingat, jangan takut karena kita punya garansi: janji Yesus.

= = = = = = = = = = = = = = = = = = == = =

Pelayanan Doa Syafaat

Ada seorang Kristen di Inggris yang bekerja sebagai buruh// Ia adalah seorang yang sederhana/ tetapi mempunyai semangat yang berapi-api untuk melayani Tuhan// Namun ia sadar bahwa ia tidak terpanggil untuk menjadi pengkotbah atau penginjil// Oleh karena itu / pada suatu hari ia datang kepada pendtanya dan meminta nasihat mengenai pelayanan jenis apakah yang dapat dikerjakannya// Pak pendeta itu kemudian menjawab: disuruhnya buruh itu mengambil sebuah buku dan pada tiap halamannya/ hendaklah di bagi menjadi tiga kolom// Pada kolom pertana harus ditulis nomor/ pada kolom ke dua ditulis nama orang lain yang belum mengenal Kristus/ pada kolom ketiga ditulis kapan orang itu bertobat dan menerima Kristus sebagai juruselamatnya// Setelah itu/ tugasnya dalah berdoa dan sekali lagi berdoa agar orang-orang itu benar-benar diselamatkan// Setelah memberikan nasihat itu/ pak pendeta berdia untuk buruh yang saleh itu supaya ia boleh menjadi berkat yang besar bagi orang-orang lain//

Empat puluh tahun kemudian buruh ini meninggal dunia/ dan buku catatannya diketemukan oleh seorang hamba TUhan// Ternyata di dalamnya ada tertulis 2450 nama orang orang yang sudah bertobat melalui doa syafaat yang indah dari buruh yang sederhana ini//

Demikainlah pentingnya doa syafaat bagi pelayanan pekerjaan Tuhan// Rasul paulus juga adalah seorang yang selalu mengadakan doa syagaat untuk orang lain// (Kolose 1:9) — Sebab itu sejak waktu kami mendengarnya/ kami tiada berhenti-henti berdoa untuk kamu///

= = = = = = = = = = == = = = = = = = = = = = = =

Penghalang di tengah jalan

Pada zaman dahulu, seorang raja meletakkan sebuah batu besar di tengah jalan. Kemudian ia bersembunyi dan mengawasinya untuk melihat apakah ada orang yang mau menyingkirkan batu itu. Banyak saudagar kaya melewati batu itu dan mereka menghindarinya. Mereka lewat menepi di sisinya. Banyak pula yang menyalahkan raja karena tidak menyingkirkan penghalang itu agar jalan menjadi lancar. Namun tak ada seorang pun yang menyingkirkan batu besar itu Kemudian lewatlah seorang petani memikul keranjang sayur. Ketika melewati batu besar itu, petani itu meletakkan keranjang sayurnya dan mencoba mendorong batu itu ke tepi. Setelah berkutat beberapa lama, akhirnya ia berhasil. Ketika ia akan mengambil kembali keranjang sayurnya ia melihat ada sebuah dompet di bekas tempat batu itu. Dompet itu berisi banyak uang emas dan sebuah surat dari raja yang menyatakan uang emas itu diperuntukan bagi orang yang telah menyingkirkan batu besar itu dari tengah jalan. Petani itu telah belajar suatu hal yang banyak orang tidak paham. Setiap penghalang memberikan kesempatan untuk memperbaiki keadaan seseorang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s