Time For Change

Standard

…Maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar (II Korintus 3: 18).

Ada yang mengatakan, “Segala sesuatu di dunia ini berubah, kecuali perubahan itu sendiri”. Bener nggak sih? Coba kita check. Beberapa saat lalu rambut teman kita ada yang ktiting, sekarang dengan adanya teknologi rebonding pada jadi lurus. Dulu kita mungkin mengidolakan Joshua, tapi sekarang mungkin kita ngefans sama Thukul. Dulu kita mau buat contekan ditulis tangan kecil-kecil, tapi sekarang, ketik aja pake komputer ukuran font 8. Hahaha…bercanda lho.

Saudara, benar ya, ternyata perubahan itu selalu terjadi dalam hidup kita, itu harus dan pasti. Tapi Saudara, kapan kita harus berubah dan perubahan seperti apa yang harus kita lakukan? Oke, mari kita lihat terlebih dahulu, siapa sebenarnya kita ini.

Kejadian 1: 27 bilang, “Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambarNya, menurut gambar Allah diciptakanNya dia; laki-laki dan perempuan diciptakaNya mereka. Saudara, ternyata kita diciptakan menurut gambar Allah ya? Bahkan kepada Nabi Yeremia (Yeremia 1: 5a) Allah mengatakan, “Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau. Kalau kita merenungkan penciptaan kita ini, wah…indah sekali ya Saudara?

Tapi apa yang terjadi saat ini Saudara, aku dan Saudara hidup di dunia dengan banyak sekali dosa yang dilakukan. Kita masih sering mencontek, berbohong, membenci saudara kita, marah-marah, dll. Apakah hati seperti itu serupa dengan hati Allah? Wah, ternyata kita sudah berubah sejak keluar dari kandungan. Ya, itu wajar karena dalam hidup kita ada dosa keturunan. Tapi Saudara, Allah rindu kita berubah…Dia kan sudah menebus kita dengan bayaran yang sangat mahal sehingga kita menjadi orang yang bebas (Kis 13: 38-39). Jadi, kita tidak boleh lagi tinggal dalam perbudakan, kita harus berubah menjadi seperti Kristus. Memang kita tidak akan pernah menjadi sempurna…tapi berusaha menjadi serupa lagi dengan gambar Allah seperti waktu kita diciptakan, itulah yang diperhitungkan Allah.

Lalu, apa saja yang harus berubah ketika kita sudah ditebus?

Pertama, kita harus mengubah pola pikir kita. Berhenti berpikir negatif tentang diri kita karena kita adalah ciptaan baru di dalam Kristus yang sangat berharga. Berhenti juga berpikiran dengan pikiran kita sendiri, kita bukan lagi milik kita, tetapi kita adalah milik Allah, jadi belajar berpikirlah dengan cara Allah berpikir.

Kedua, perubahan sikap dan karakter. Kalau pikiran kita sudah berubah, sudah bisa dipastikan sikat dan karakter kita juga berubah. Lihat saja Paulus! Sebelum bertobat, Saulus (nama asli Paulus) adalah pemuda yang sombong, keras kepala dan garang. Setelah Tuhan menampakkan diri pada dia, langsung semua keangkuhannya hilang. Tiba-tiba Saulus menjadi pribadi yang lemah lembut dan rendah hati. Pertama, Tuhan mengubah pikiran Saulus, lambat laun hidupnya berubah. Meskipun mengalami penolakan, penganiayaan, penderitaan, Saulus tetap memegang teguh imannya.

Nah, Saudara, sekarang kita juga harus check apakah hidup kita sudah berubah menjadi sama lagi dengan awal kita diciptakan, yakni serupa dengan gambar Allah?

Perubahan hidup yang kita pikirkan terkadang tidak sama dengan yang Allah pikirkan. So, untuk menuju perubahan hidup yang sesuai dengan kehendak Allah ya kita harus mendekati Allah supaya tahu perubahan seperti apa dan bagaimana kita melakukannya. Caranya? Renungkan firmanNya dengan tekun dan beriman atas hal itu. (Lihat di Amsal 4: 5-8).

Saudara, ada kisah tiga pohon. Pohon pertama berkata jika nanti ia ditebang orang, ia sangat ingin kayunya yang indah dibuat kapal pesiar yang indah dan mahal yang akan mengantarkan orang-orang penting dan kaya berwisata keliling dunia. Pohon yang kedua bilang, jika nanti dia ditebang dia ingin kayunya yang kokoh itu menjadi tiang penyangga bagi istana raja yang megah. Kayu yang ketiga mengatakan dia tidak ingin ditebang, karena dia berharap kayunya yang sangat tinggi bisa tumbuh lebih tinggi dan setiap orang dari seluruh dunia bisa melihatnya.

Ketiga pohon itu akhirnya ditebang. Pohon pertama sangat sedih karena dia hanya dibuat kapal biasa dengan ukuran yang sangat besar; dengan penumpang orang-orang biasa; bahkan kebanyakan hewan. Pohon kedua tidak menjadi tiang penyangga istana raja, namun justru menjadi tempat makan domba. Pohon ketiga, ditebang juga ditebang dan diletakkan begitu saja. Ketiganya sedih, mereka tidak bisa menjadi seperti yang mereka impikan.

Beberapa tahun berlalu. Pohon pertama menjadi kapal besar dan dipakai untuk Nuh dan keluarga berlayar mengikuti janji Tuhan. Kisahnya tertulis di Alkitab dan dikenang banyak orang di seluruh dunia. Pohon kedua, walaupun tidak menjadi tonggak istana raja, dia menjadi palungan tempat lahir Raja terbesar, yakni Yesus. Pohon yang ketiga, memang tidak dilihat orang karena keperkasaan dan ketinggiannya yang luar biasa, tapi kayu pohon itu dilihat orang karena padanya tersalibkan penebus dosa manusia.

Saudara, terkadang perubahan yang terjadi dalam hidup kita untuk menjadi serupa dengan Kristus itu menyakitkan, tidak bisa kita mengerti dan tidak sesuai keinginan kita. Tetapi jika kita percaya, semua akan dibuatNya sangat…sangat indah. …Maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar (II Korintus 3: 18). So, sekaranglah waktunya! Time for Change.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s