Happy New Year

Standard

Happy New Year,
Tampaknya ini frasa yang paling tepat untuk membuka tulisan ini. Lazimnya, tahun baru adalah awal tahun masehi yang jatuh pada 1 Januari setiap tahunnya. Namun, bagi saya yang sok nyleneh ini, tahun baru merupakan momen penting yang menandai berpindahnya kita dari suatu keadaan tertentu di masa lampau menuju ke keadaan tertentu di masa kini. Tentunya perubahan ini merupakan perubahan yang spektakuler, bukan secara kuantitas melainkan kualitasnya. Konsep nyleneh inilah yang membuat saya belum mengganggap tahun baru pada 1 Januari 2009 lalu sebagai tahun baru saya. Pada hari itu saya belum merasakan perubahan keadaan dari diri saya yang berstatus stagnan sejak kelulusan bulan Mei 2008 silam. Di benak saya, tahun baru saya belum datang.
Pohon-pohon zaitun saya kering dan pohon ara saya sama sekali tidak berbuah. Saya bergumul dengan berat untuk bisa memahami apa yang harus saya pelajari dari kondisi stagnan waktu itu. Beberapa kali saya bertanya kepada bapak gembala saya, “Pak, kapan titik balik saya tiba? Saya memerlukannya!”. Dari setiap diskusi dan doa kami, ada satu hal yang membuat saya yakin, yakni bahwa panggilanNya tidak pernah dibatalkan. Sejak saat itulah saya berpikir harus mengerjakan bagian pekerjaan yang dipercayakan kepada saya walaupun saya tidak suka. Selama menjalani bulan-bulan yang berat , sambil menyaksikan satu per satu teman saya naik daun saya melakukannya dan berusaha setia.
Dua belas Januari 2009: beberapa bulan setelah saya menyadari bahwa saya sedang menunggu tahun baru yang tak kunjung tiba. Pagi menjelang siang, saya menulis di blog, curahan hati, berjudul Be Patience. Dalam tulisan itu, saya memaparkan apa yang saya dapat dalam proses menunggu tahun baru datang. Sambil menulis, saya terus bersyukur karena selalu dikuatkan untuk menjalani masa-masa yang berat ini. Beberapa menit setelah saya menuliskannya, handphone bordering. ……
Selamat tahun baru, Prima. Selamat memasuki tahunmu yang baru. Kira-kira, demikianlah saya mengitepretasikan pesan dari seberang.
Terima kasih, Tuhan. Setelah melalu perjalanan yang menurut saya panjang dan sulit, akhirnya tiba juga di tahun baru, padang rumput yang lain dari sebelumnya, dan (saya tau) ada perkara dan tantangan baru yang Engkau mau aku melewatinya.

Happy New Year!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s