Aku dan Lautan

Standard

Rasanya seperti berada di tepian lautan, di antara keinginan untuk mengarunginya atau lari darinya. Pilihan yang tidak mudah. Jika mengarunginya, besar konsekuensi yang harus kutanggung. Perahunya, energiku, belum bahaya mengancam di tengah lautan. Sebaliknya jika aku lari, aku aman, nyaman, kembali ke duniaku, namun harus merelakan perpisahan dengan lautan kesayanganku. Apakah aku sendiri yang harus memutuskan hal ini? Akan sanggupkah lautan memberi jawab bagi kegelisahanku ini? Paling tidak, dia memberikan opsi berdasarkan argumentasinya. Aku yakin dia bisa, walaupun dia lambat, walaupun dia penuh pertimbangan, tapi aku bisa membaca kedalaman hatinya lewat debur dan gulungan ombaknya yang tiap detik menyentuh ujung jari kakiku. Aku harus memutuskan segera, Lautanku, waktuku tidak banyak.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s