Anak Lelakiku

Standard

“Kenapa sih kamu mau anak lelaki?” tanya saya sama suami, penasaran. “Ya, supaya yang aktif bicara di rumah kita satu orang saja. Hahahaha,” kelakarnya.

Malam itu, di La Mirada, California yang sangat dingin, kami dikagetkan dengan suara pletak pletok, seperti benda keras berjatuhan. Saya keluar, ternyata hujan es. Kami memutuskan untuk bangun dan mengobrol seperti biasa. Obrolan kali ini seputar jenis kelamin anak. Di mata suami saya, anak laki-laki cenderung tidak banyak bicara; sedangkan anak perempuan cenderung lebih aktif (alias cerewet). Menurut saya, itulah alasan suami saya berkelakar ingin punya anak laki-laki. Tapi, bukan hanya kelakar, dia mulai dengan serius mendoakannya dan memperkatakan keinginannya itu setiap orang lain bertanya.

Setelah belajar, baru saya tahu, secara sosial, anak laki-laki akan mengikuti ayahnya sebagai role model. Ayahnya akan memperlakukan anak laki-laki seperti seorang laki-laki, tegas, kuat, berwibawa, sehingga terkadang mereka tidak mendapat kelembutan dan tempat untuk bermanja dari sang ayah. Walhasil, secara emosi, anak laki-laki akan lebih dekat kepada ibunya. Kepada anak perempuan, seorang ayah akan menaruh segala keinginan untuk memanjakan dan melindungi. Pada merekalah, seorang ayah mampu mendemonstrasikan kelembutan yang maksimal. Dengan demikian, secara emosi, ayah akan lebih dekat dan sayang kepada anak perempuan. Hal ini tidak berlaku umum, secara kasuistik, pasti ada yang berbeda.

Setelah saya renungkan, kenapa suami saya menginginkan anak laki-laki, saya temukan jawaban yang mengharukan. Hal itu saya simpan dalam hati. Sampai suatu saat, setelah anak kami lahir, saya bertanya lagi, “Kenapa sih kamu mau anak lelaki?” tanya saya sama suami, penasaran. Dia menjawab, kali ini serius, “Supaya dia dekat dengan ibunya. Dan ibunya tetap menjadi satu satunya wanita yang kumanja. Dan jika dia anak pertama, biarlah dia menjadi anak kuat yang sanggup berjalan ke mana saja orang tuanya diutus pergi.” Katakanlah saya gagal memaknai kalimat ini, yang saya tahu, kasihnya kepada ibu dan anak lelakinya ini sungguh besar. Dalam kasih dan rencana Bapa, lahirlah bagimu, Ayah, anak lelakimu.

IMG_6705

Terima kasih, Bapa, sudah menjawab doa Ayah dengan indah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s