Tangis Pertama

Standard

Waktu dalam kandungan, kamu aktif sekali, Nak. Ibu ajak kamu bekerja setiap hari. Bahkan, beberapa kali ibu mengisi training untuk radio, mengajar anak-anak, mc, serta srorytelling. Awalnya ibu merasa kehamilan ini membuat ibu tidak bisa bekerja dengan maksimal, tetapi akhirnya bisa juga. Semua training itu memerlukan energi besar karena ibu harus bergerak ke sana sini serta mengolah berbagai macam suara dan ekspresi. Terima kasih, Nak, kamu menjadi anak yang sangat manis sejak di kandungan.

IMG_5280

Bulan ke-8, ibu mulai kelelahan. Asma ibu kambuh di suatu malam. Akhirnya, kamu tidak bisa dilahirkan dengan cara normal. Itu juga pilihan kami, Nak, supaya perjalanan kelahiranmu lancar.

Hari itu, Minggu, 4 Januari 2015, ibu masuk rumah sakit untuk menjalani pengecekan sebelum operasi cesar. Semua baik, Nak. Puji Tuhan.

Memang ayah yang memilih hari itu sebagai hari operasi cesar kelahiranmu. Tetapi di dalamnya kami menyerahkan pada Bapa, Nak. Senin, 5 Januari 2015, pukul 10.05, ibu dan ayah mendengar tangis pertamamu, Nak. Meski hanya sebentar, tangisan itu sempat menghentikan detak jantung kami, Nak. Kamu membuat kami menjadi orang tua sekarang. Setelah itu, kamu diam di dada ibu. Lahir dengan 2.9 kg dan 28 cm, Abraham Bintangku, kamulah milik pusaka Bapa bagi kami.

IMG_6763

One response »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s