Tiga Bulan

Standard

5 April 2015

Usianya sudah tiga bulan. Saat memandanginya, bergelayut pertanyaan, akankah saya bisa memandanginya di usia ini lagi. Tidak. Tiap detik hanya dilalui satu kali. Itulah kesempatan satu satunya bagi saya untuk menyaksikannya bertumbuh. Kadang saya takut melewatkan sedetik saja masa pertumbuhannya yang tidak akan pernah bisa diulang itu.

Di usia tiga bulan ini, dia sudah sangat menikmati tengkurap. Meskipun masih dibantu memiringkan badan dan mengatur tangannya, si baby sangat antusias membalikkan badannya sendiri. Tapi, dia belum banyak bersuara. Hanya teriakan teriakan kecil menggemaskan serta senyuman lebar tanpa gigi yang menawan setiap saya atau orang lain menggodanya. Saya penasaran sekali mendengar kata pertamanya.

Secara motorik kasar, tangannya sudah mulai bergerak ke atas dan ke samping. Jari-jarinya sudah mulai terbuka. Ihhh … lucu sekali. Dia juga senang sekali minum dengan mengangkat kaki ke atas. Posisi favoritnya adalah menaruh satu kaki di samping menandakan dia minum susu dengan santai dan begitu menikmati.

Oya, yang membuat kami takjub adalah dia sudah tidak mau lagi digendong dengan posisi tidur (seperti bayi baru lahir). Dia merengek. Akhirnya kami (saya dan ayahnya si baby) mencoba beberapa posisi menggendong dan ditemukanlah posisi berdiri dengan dada baby berhadapan dengan dada penggendong, serta kepala muncul di pundak (menghadap ke belakang) adalah posisi favoritnya. Bahkan, dia mudah sekali tertidur dalam posisi itu.

Di usianya yang ke 3 bulan, saya mencarikannya dvd lagu lagu sekolah minggu berbahasa inggris. Wah, kalau sedang mandi sambil mendengar atau melihat videonya, dia bisa kegirangan seolah ingin menirukan. Sebenarnya bagus juga mendengar lagu lagu berbahasa ibu, yakni Bahasa Indonesia. Dengan mengenal bahasa ibu-nya sejak dini, dia akan mudah mempelajari berbagai bahasa lain setelah dia saat dia mulai berbicara nanti. Bahasa ibu akan menjadi referensi untuk memahami kata-kata dari bahasa lainnya.

Satu hal yang mengganjal bagi kami adalah bahwa si baby buang air besar hanya 1 kali dalam 1 minggu. Pernah, dalam 13 hari dia baru buang air besar sekali saja. Memang, bayi yang sedang minum asi ekslusif selama 6 bulan, berpotensi untuk jarang buang air besar. Batas toleransi yang diiterima adalah 2 minggu. Jika dalam 2 minggu bayi asi belum juga buang air besar, maka harus segera diperiksakan.

Tiga bulan. Tiga bulan ini saya sangat bersyukur dan menikmati kepercayaan dan kesempatan terhormat menjadi seorang ibu dari anak lucu karunia Tuhan ini. Terima kasih, Bapa.

One response »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s