Lima Kali Lima

Standard

Horeeee !!!

Hari ini, 5 Juni 2015 Bintangku sudah melalui lima kali tanggal lima. Usianya sudah lima bulan. Beratnya tidak bertambah banyak dari bulan sebelumnya, mungkin hanya naik 250-300 gr. Tingginya pun hanya naik 2 cm. Tetapi, ada banyak hal baru yang sudah dia pelajari.

Di usianya yang ke lima bulan ini, si kecil sudah bisa cooing dan ketawa dengan keras. Sekitar pukul empat pagi, si kecil membangunkan kami dengan teriakan-teriakannya yang menggoda. “Aaaaaaaaa …. bmmm…bmmmm … aoooooo … oooo….,” merdu sekali kedengarannya. Kami akan bangun, mengintip apa yang dilakukannya, lalu tertidur lagi. Tetapi, dia tidak pernah menyerah membangunkan kami. Jika suaranya tidak jua membuat kami merespon, dia akan menunjukkan kemampuannya berguling ke kanan dan ke kiri, mendekati saya, lalu menyentuhkan tangan mungilnya di dada atau pipi saya. Setelah saya bangun, dia akan berguling ke sisi sebaliknya. Lalu tengkurap dengan kepala dan dada diangkat tinggi tinggi, lalu kembali mengeluarkan suara dahsyatnya dan tertawa mempertunjukkan gigi ompongnya yang menawan.

Si kecil juga sudah bisa merespon berbagai stimulus, terutama yang berhubungan dengan suara dan warna. Tangan mungilnya selalu berusaha meraih apapun yang didekatkan padanya. Jika berdekatan dengan saya, dia selalu meraih rambut atau bagian krah baju saya sambil sesekali menatap mata saya, lalu tersenyum mempesona. Jari jemari mungil itu sudah mahir memegang mainan, mulai dari teether, boneka kecil, icik icik kecil, dan buku kain. Dia memegang dengan antusias setiap mainan, dan, tentu saja memasukkannya ke dalam mulut, lalu  menikmatinya dengan serius.

Yang membuat saya terharu, sekarang si kecil sudah mulai mengenal orang. Setiap pagi, saat saya berpamitan dan menciumnya, dia akan menjulurkan tangan dan badannya ke arah saya, isyarat minta digendong. Lalu, sambil mengelus kepalanya, saya bilang, “Ibu kerja sebentar ya, Nak, Tuhan memberkatimu.” Oya, kami biasakan tidak mengatakan kepada anak, “Ayah/ Ibu kerja cari uang dulu ya, Nak.” Sangat bijak jika kita menghindari kalimat ini. Jika hal ini terucap, apalagi berkali kali, anak akan belajar bahwa dia ditinggalkan demi uang. Nantinya, dia akan belajar bahwa uang adalah hal yang paling penting, lebih dari relasi. Maka, bagi kami, bekerja adalah dalam rangka melaksanakan tanggung jawab dan kepercayaan dari Tuhan, dan inilah yang kami ingin sampaikan kepada anak kami.

Bulan depan si kecil sudah akan makan Mpasi. Tidak sabar menikmati tantangan di babak yang baru lagi. We love u, Bintangku.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s