Bintangku Melesat di Langit Sepuluh

Standard

Horeeeee, akhirnya Bintang kecilku masuk ke usia 10 bulan. Waow. Tidak terasa. Di tengah segala kesibukan ibu menjalani pekerjaan di dua departemen, serta ayah yang baru memulai pekerjaan tetap nan rutin, melihat pertumbuhan dan perkembangan Bintangku sangatlah menyejukkan.

20150923_040435

Di fase ini, si kecil sudah bisa berdiri berpegangan, berjalan berpegangan, berdiri sendiri beberapa detik, lalu duduk dari posisi berdiri. Memang, kemampuan anak berjalan itu berbeda-beda, tetapi, hal ini bisa dirangsang. Ibu atau ayah atau pengasuh bisa memegang ketiaknya di sebelah kanan, lalu berganti yang kiri. Kalau sudah kuat berjalan dengan dipegang ketiaknya, maka dirangsang dengan dipegang tangannya (jari dan telapak tangan menggenggam jari kita). Setelah itu, kita bisa memberikan obyek yang dia suka dan melepaskan pegangan kita pelan-pelan waktu dia berdiri. Latihan ini jika dilakukan rutin, akan merangsang anak untuk beradaptasi dengan berdiri dan jalan. Selain itu, pelajaran “terjatuh” dan “kejedot” itu juga sangat penting. Pada awal masa dia belajar berdiri, saya sangat kuatir kalau dia kejedot atau jatuh. Tetapi, itu justru akan membuat dia tidak berani dan terus mengandalkan orang tuanya. Anak yang menangis waktu terjatuh atau kejedot sebenarnya bisa karena banyak hal: memang benar-benar sakit, kaget karena jatuh, kaget karena orang tuanya kaget. Jadi, jika dia jatuh atau kejedot, kita tidak perlu berteriak atau sangat kaget, bahkan memarahinya. Kita cukup bilang, “O, jatuh ya? Berdiri sendiri? Dielus elus sendiri mana yang sakit? Besok lagi hati-hati ya!” Jika ini dilakukan dengan ekspresi tenang, anak akan belajar bahwa jatuh itu bagian dari belajar dan mereka akan meresponi dengan tenang juga seperti yang kita contohkan.

Sekarang, Bintangku sedang memasuki fase membuang barang. Setiap hal yang dia pegang, dibuangnya. Jika diambilkan lagi, dibuang lagi. Begitu seterusnya. Bagi orang tua yang belum paham akan fase ini, mereka mungkin akan jengkel dan marah. Tetapi, mari kita pahami, ada bayi yang harus melewati fase itu dalam hidup mereka. Tidak apa, kita hadapi dengan senyuman kebanggaan.

Berenang pertama kali 7 November 2015

Berenang pertama kali 7 November 2015

Minggu ini kami bawa si kecil berenang di kolam besar, di tempat orang dewasa. Awalnya dia takut sekali, memegang erat Ibu. Tetapi, setelah kita ketawa-ketawa bertiga, lalu menabrakkan ban renangnya ke ban renang orang lain, dia jadi ikut tertawa dan senang. Dia belum banyak menggerakkan kakinya atau “gowes”. MInggu depan deh kami ajak lagi.

Selain perkembangan motorik, Bintangku juga sangat terampil dalam berteriak. Sekarang, kalau berteriak benar-benar sampai memekakan telinga. Hal ini terjadi jika dia mengantuk, lapar, atau ingin sesuatu (mainan, ikut ayah/ ibu, ngantuk, dll). Kita harus benar-benar peka belajar bahasa mereka. Jadi, jika dia melakukan suatu kesalahan atau tidak menurut, kita tidak perlu membentak atau memarahinya. Kita bisa menyentuhnya, mendekapnya, dan membisikkan kepadanya dengan lembut bahwa yang dia lakukan itu salah.

Bintangku, bertumbuhlah, berkembanglah, ketahuilah bahwa hidupmu dirancang dengan sangat indah oleh Sang Pencipta, Allah Bapa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s