Tips Membawa Anak ke Kantor

Standard

Karena tulisan ini bagian dari tulisan tulisan saya sebelumnya tentang motherhood yang sifatnya personal, maka gagasannya tidak bersifat general dan tidak bisa diterapkan pada semua ibu di dunia. Yang saya percayai, semua ibu memiliki panggilan hidup, cara, dan kiat sendiri dalam mengasuh anaknya. Itu benar benar disesuaikan dengan karakter pribadi serta bentuk pekerjaannya. Sehingga, setiap ibu pasti punya cerita yang berbeda. Yang saya tulis di sini dalam rangka berbagi pengalaman untuk ibu ibu yang profesinya maupun karakter pengasuhannya mungkin mirip dengan saya, seorang pendidik yang bekerja di kampus juga di LSM, yang hidup jauh dari orang tua maupun mertua, maupun saudara. Seorang ibu yang sudah satu tahun mencari pengasuh untuk menjaga bayinya di kampus karena di rumah tidak ada yang mengawasi. Para Ibu yang memiliki pengalaman serupa, mari kita belajar bersama.

Bagi Anda ibu pekerja yang harus membawa anak ke kantor, salut buat Anda. Anda telah membuat keputusan yang sangat baik untuk mengerjakan dua hal penting dalam hidup, sekalipun sangat sulit dan berat. Seperti sudah saya singgung dalam artikel sebelumnya, saya sendiri juga membawa baby ke kantor. Berikut ini secuil pengalaman saya.

Pertama,berdiskusilah dengan atasan. Ungkapkan alasan terpenting Anda kenapa harus membawa anak Anda ke kantor. Lalu, buatlah komitmen untuk menyelesaikan tugas tugas Anda seperti saat Anda tidak harus direpoti dengan urusan bayi. Tawarkan berbagai keuntungan yang perusahaan/ instansi bisa dapatkan dari seorang ibu yang membawa anaknya ke kantor, misalnya: ibu akan lebih rileks karena bisa mengawasi anaknya sendiri, mengurangi tingkat stress, mengurangi ijin karena sakit (baik si Ibu maupun si anak), produktivitas meningkat (dengan dekat pada anak, seorang ibu akan mengeluarkan hormon yang membantu rileks dan tenang, sehingga produktivitas kerja dapat meningkat), hiburan di saat jenuh (dengan melihat dan bermain dengan si kecil), serta investasi masa depan (dengan mengijinkan seorang wanita pekerja membawa anak ke kantor, perusahaan tengah berinvestasi untuk masa depan seorang individu penerus bangsa). Memang tidak semua atasan akan setuju, jika semua ibu membawa anaknya ke kantor, kan bahaya. Tetapi cobalah. Bukan semua usia anak bisa dibawa bekerja. Yang dimaksud dalam tulisan ini adalah usia golden age. Usia di mana anak sangat membutuhkan berada di sekitar orang dewasa.

Ke dua, upayakan ada pengasuh yang bisa ikut ke kantor bersama kita. Mereka bisa jadi bukan babysitter ful tetapi hanya bekerja selama kita di kantor. Syaratnya, mereka harus mau mengikuti ke mana pun kita pergi (tentu bukan juga ke toilet ya). Lalu, umumkan pada orang-orang di area kantor Anda bahwa dia adalah pengasuh si kecil di kantor. Hal ini sangat penting untuk menciptakan kontrol pengawasan dan keamanan sehingga orang orang akan notice jika pengasuh membawa anak keluar dari zona ataupun bisa turut mengawasi perilaku pengasuh terhadap anak.

Ke tiga, siapkan tempat yang nyaman untuk anak bermain, bawa alas dan permainan favoritnya. Keluarkan sedikit demi sedikit permainannya sehingga dia tidak merasa bosan. Ijinkan dia mengeksplor apa yang ada di sekelilingnya.

20151127_152423

Karena ingin bermain komputer kantor, terpaksa keyboardnya dilepas untuk dimainkan si kecil di lantai. Meminjam matras dari Kepala saya.

20151201_081231Ke empat, jika harus disambi mengetik, naikkan anak ke atas meja dan berikan permainan yang mebuatnya sibuk.

20151202_104122

Bermain post it di atas meja kerja Ibu.

Ke limat, bawa seluruh keperluan makannya dengan di-pack rapi.

20151130_105108

Makanan si baby: snack, makan siang, buah, makan sore, minum.

Nah, selamat berjuang ya Ibu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s