Tips Mengunggah Foto Anak di Medsos

Standard

Oh ya, saya sangat setuju bahwa mengunggah foto anak, apalagi bayi, di medsos (facebook, ig, path) adalah sebuah kenikmatan dan kebanggaan, serta ungkapan syukur.  Selain itu, aktivitas ini adalah positif dan sangat bermanfaat, seperti:

  1. Sarana komunikasi dengan keluarga jauh yang jarang melihat anak kita.
  2. Dokumentasi yang relatif aman dan lama (bisa diakses kapan saja, khususnya jika nanti anak kita sudah besar)
  3. Gudang memori

Tetapi …

Sebagai pengamat media dan anak-anak, kami telah melakukan banyak studi dan kampanye tentang bahaya mengunggah foto anak di medsos. Pertama, siapa saja dapat dengan mudah mendownload foto anak kita untuk kepentingan pribadi/ organisasi mereka. Beberapa waktu lalu santer diberitakan tentang situs/ akun penjualan bayi yang beberapa foto bayi yang dipajang di sana adalah anak para artis, juga beberapa masyarakat. Di dunia internasional, jarignan children trafficking pun berpotensi mengunduh foto-foto bayi bayi lucu di medsos. Ya kalau berhenti pada mengunduh, lha jika diteruskan dengan mencari anak di foto ini? Hmmmm …. Ke dua, foto anak yang sudah diunduh dapat direkayasa sedemikian rupa. Jika sudah tersebar, kita tidak bisa mengendalikan penyebarannya, bukan? Misalnya, dijadikan alat promosi. Seorang teman saya mendapati foto anaknya di sebuah akun online shop yang sama sekali tidak dia kenal. Urusannya jadi panjang. Saya tidak perlu ceritakan di sini ya. Ke tiga, anak anak kita punya privasi. Mereka belum bisa menentukan, tetapi kita yang harus menjaganya dengan bijaksana.

Lalu, bagaimana membendung hasrat meng-upload foto anak di medsos? Tidak bsia. Sungguh. Saya pun merasakannya. Tetapi ada beberapa tips hasil studi yang bisa kita gunakan sebagai panduan.

  1. Jika meng-upload foto anak/ bayi, usahakan tidak kelihatan wajahnya sepenuhnya. Misalnya tertutup benda, makanan,  atau diambil dari belakang sehingga tidak terlihat wajahnya.
  2. Lalu, usahakan foto bayi atau kanak kanak sedang bersama dengan orang tuanya dalam posisi yang dekat. Hal ini untuk menghindari croping.
  3. Gunakan mode blur atau mode lain yang mengaburkan wajah bayi.
  4. Jangan memperlihatkan anggota tubuh bayi secara utuh tanpa pakaian, khususnya bagian vital.
  5. Gunakan watermark moga

 

Dalam jejaring sosial, yang paling aman jika ingin berbagi foto memang melalui jalur pribadi seperti melalui fitur message. Tetapi, jika tidak pun, semoga tips di atas bisa bermanfaat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s