Monumen Satu Tahun

Standard

Lima Januari 2016, tepat satu tahun usia Bintang kecilku.

Kami baru saja pulang balik dari mudik di desa. Rencananya, kami akan bersyukur untuk ulang tahun Abe dengan kakak kakak di Yestoya, di gereja, dan di kampus. Mungkin Si Abe Lelah sekali, jadi kondisi badannya drop sesaat sebelum ulang tahunnya. Tapi kami bersyukur bisa berdoa bersama keluarga Yestoya, lalu dengan keluarga gereja Shine Surabaya juga keesokan harinya.

 

 

Tepat di hari ulang tahunnya, Abe benar benar drop. Badannya panas. Panas tinggi hingga 39 derajat. Awalnya kami pikir hanya kelelahan saja. Tapi lama lama dia tidak mau makan, hanya minum asi saja. Tiga hari berlalu dan demamnya tidak jua hilang. Pada hari ke tiga, kami bawa ke dokter. Setelah diobservasi dan cek darah, ternyata Abe terjangkit Thypus. Harusnya dia dirawat di rumah sakit. Tetapi, kami sungguh tidak tega karena: 1). Bayi pasti akan adaptasi lagi di tempat yang baru. Dalam kondisi sakit, adaptasi akan makin sulit; 2). Di rumah sakit, banyak juga virus bertebaran; 3). Orang tua pasti juga ikut kelelahan jika menjaga di rumah sakit dan tidak fleksibel. Hal ini tidak berlaku umum, hanya untuk kasus kami saja, mungkin orang lain punya alasan dan pengalaman yang berbeda.

Kami mengupayakan Abe untuk tetap dirawat di rumah. Setiap dua jam harus mengompres seluruh badannya dengan air (biasa atau hangat. Jangan air dingin), mengukur suhunya, meminumkan obat, ataupun cairan melalui mulut (tidak perlu infus). Memang ekstra keras. Tetapi, satu minggu kami melewati masa kritis itu dalam pertolongan Tuhan. Bintang kecilku sembuh dan ceria kembali.

Bagaimana perkembangan motoriknya? Sebenarnya, satu minggu sebelum sakit, si Bintang kecil sudah belajar berjalan, tiga langkah dia sudah dapat. Setelah sakit ini, dia urung berdiri sendiri dan belajar berjalan lagi. Ya, harus sabar dan terus memberi semangat kepadanya. Ciaio, Bintang kecilku.

Secara perkembangan bahasa, dia sudah menirukan kata yang kita tekankan. Misalnya, “Ibu mau mandi dulu ya.” Dia akan menyahut, “andi andi.” Dia mengingat dan menyebut nama-nama keluarga, orang orang di sekitarnya, juga beberapa binatang, seperti “Cicak, omba (domba), wawung (Waung atau anjing), cing (kucing), api (sapi), bebek, katak.” Tak lupa, si kecil juga memberi nama pada mainannya. Yang paling terkenal adalah “Dek anda (panda), dan aco (Marko si anjing kecil hadiah dari Ibu Gembala).”

Si Bintang kecil suka sekali dengan buku bergambar. Saya beli beberapa yang bekas, berbahan hardboard (waktu bayi dia menggunakan soft book), dilap pakai tisyu steril, dijemur, lalu siap dibolak balik si kecil. Melalui buku, dia mengenal nama nama binatang beserta suaranya (suara ini diproduksi oleh emaknya atau ayahnya. wkwkwk).

Satu hal lagi sebagai pokok syukur kami, Abe sudah mendapat pengasuh yang mau ikut ke kampus. Setelah satu tahun berdoa, begitu bertemu dengan Embak, Abe langsung lengket. Hal ini betul-betul menjadi monumen bagi kami mengingat satu bukti bahwa Tuhan mengenal kebutuhan anak-anaknya untuk melayani Dia, Dia sediakan tepat pada waktunya dan tanpa diskon, the best. Ibu bisa bekerja dengan tenang sambil mengawasi anaknya yang sedang bermain dengan Embak yang baik ini, juga seorang teman kecil Abe yang lucu, yang juga dibawa bekerja oleh orang tuanya. Tapi, pengalaman ini belum tentu cocok untuk setiap keluarga. Setiap keluarga memiliki karakter masing masing dan pasti telah memilih yang terbaik untuk buah hatinya.

1452647978972

Membuka kado di tahun pertama, meski tanpa perayaan, tetapi sungguh bersahaja dan dalam. Terima kasih, Tuhan. Terima kasih, Om, Tante, Eyang.

Memulai tahun baru dengan bertambahnya usia Bintang kecilku, bertambah tambah rasa syukur ini. Untuk suami plus Bapak Asi plus tukang ojek siaga plus plus plus, keluarga yang sekalipun jauh tetapi terus mendukung, berdoa, dan Eyang dan Om yang tidak pernah putus kontak setiap hari memberi semangat, Bapak Ibu gembala dan rekan di gereja, pimpinan di tempat kerja yang sangat bijaksana, kolega, mahasiswa, tetangga, embah pengasuh yang sudah pensiun, sungguh tak terbilang besar dukungannya. Kami berdoa, Tuhan melimpahkan apa yang dibutuhkan untuk terus melayani Dia dan bertumbuh dalam kasih sayangnya.

 

Dalam keharuan dan penuh syukur

Ibu Bintang

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s